SERANG — Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki memanfaatkan momen Hari Puisi Indonesia untuk mengajak masyarakat, terutama generasi muda, aktif berkarya melalui puisi dan literasi. Menurutnya, puisi bukan sekadar rangkaian kata, melainkan suara hati yang mampu menyampaikan pesan kebaikan, membangun empati, serta mempererat persatuan di tengah keberagaman.
"Hari Puisi Indonesia menjadi momentum untuk menghidupkan semangat literasi, kreativitas, dan budaya berkarya. Puisi bukan sekadar rangkaian kata, tetapi suara hati yang mampu menginspirasi, membangun empati, serta memperkuat nilai-nilai persaudaraan dan cinta tanah air," ujar Hengki pada Minggu (26/7).
Hengki menegaskan bahwa institusi Polri tidak melulu soal penegakan hukum dan keamanan. Pihaknya juga mendukung upaya penguatan karakter bangsa melalui jalur budaya dan sastra. Menurutnya, puisi memiliki kekuatan untuk menyampaikan pesan moral, membangun optimisme, dan menumbuhkan kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
“Saya mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus berkarya, menyampaikan pesan-pesan positif, serta menjaga ruang publik yang santun dan berbudaya melalui karya sastra,” kata perwira tinggi Polri itu.
Ajakan Kapolda Banten ini menyasar langsung anak muda yang dinilai memiliki potensi besar dalam mengembangkan literasi dan kreativitas. Hengki berharap peringatan Hari Puisi Indonesia menjadi inspirasi bagi lahirnya karya-karya bermakna yang bisa memperkuat persatuan bangsa.
“Mari kita tebalkan makna pada setiap karya, setiap kata, dan setiap langkah pengabdian demi Indonesia yang semakin maju, damai, dan beradab,” tutup Hengki dalam pernyataan resminya.
Peringatan Hari Puisi Indonesia sendiri diperingati setiap 26 Juli sebagai bentuk penghormatan terhadap lahirnya penyair Chairil Anwar dan pengakuan terhadap puisi sebagai bagian dari identitas budaya bangsa. Di Banten, momentum ini dimanfaatkan sejumlah komunitas sastra untuk menggelar pembacaan puisi dan diskusi literasi di berbagai tempat.