TANGERANG SELATAN — Seorang remaja berusia 13 tahun, NAS, warga Kelurahan Kademangan, Kecamatan Setu, hilang terseret arus Sungai Cisadane pada Sabtu (25/7) sekitar pukul 14.40 WIB. Ia tengah berenang bersama enam temannya di bawah Perumahan Pesona Serpong, kawasan yang dikenal memiliki arus cukup deras. Tim SAR gabungan langsung dikerahkan dan memulai penyisiran sejak Sabtu sore hingga hari ini.
Berdasarkan keterangan Kepala Kantor SAR Jakarta Desiana Kartika Bahari, korban diduga tidak mahir berenang sehingga terseret arus saat berada di sungai. “Rekan-rekan korban sempat berupaya memberikan pertolongan, namun tidak berhasil akibat derasnya arus di lokasi kejadian,” ujar Desiana dalam pernyataannya, Minggu (26/7).
Informasi awal yang diterima SAR menyebutkan bahwa NAS bersama rombongan bermain dan mandi di Sungai Cisadane. Setelah beberapa saat, teman-temannya menyadari NAS sudah tidak tampak dan langsung mencari, tetapi tidak menemukan. Laporan ke pihak berwenang pun disampaikan pada Sabtu sore.
Untuk mengoptimalkan pencarian, personel SAR gabungan dibagi ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU). “Pencarian difokuskan di sekitar lokasi kejadian dengan radius kurang lebih 300 meter, dilanjutkan penyisiran menggunakan perahu karet ke arah utara sejauh tiga kilometer, serta penyisiran visual melalui jalur darat di sepanjang bantaran sungai ke arah utara sejauh dua kilometer,” papar Desiana.
Personel yang diterjunkan membawa peralatan SAR air lengkap. Selain Rescue Kantor SAR Jakarta, operasi ini melibatkan TNI, Polri, relawan, dan pemerintah daerah setempat. “Kami mengedepankan keselamatan personel serta koordinasi yang baik agar proses pencarian berlangsung efektif dan optimal,” tambahnya.
Peristiwa ini menambah daftar kecelakaan air di Sungai Cisadane yang kerap memakan korban jiwa, terutama saat musim hujan ketika arus meningkat. Masyarakat diimbau untuk tidak berenang di sungai tanpa pengawasan dan perlengkapan keselamatan, khususnya bagi anak-anak dan remaja yang belum mahir berenang. Hingga berita ini diturunkan, korban masih dalam tahap pencarian dan belum ditemukan.