Target PAD Kota Tangerang Tembus 100 Persen di Triwulan II, Pemkot Andalkan Digitalisasi Tanpa Bebani Warga

Penulis: Zainul Arifin  •  Jumat, 31 Juli 2026 | 11:25:01 WIB
Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan membuka Rapat Evaluasi Capaian PAD Triwulan II Tahun 2026 di Tangerang, Kamis.

TANGERANG — Strategi elektronifikasi transaksi pemerintah daerah menjadi kunci utama Pemkot Tangerang dalam menggenjot pendapatan asli daerah (PAD). Hingga Triwulan II 2026, realisasi PAD dilaporkan telah menembus target lebih dari 100 persen, sebuah sinyal penguatan fiskal di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan menegaskan, percepatan implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) bukan sekadar upaya mengejar angka. Kebijakan ini dirancang untuk menciptakan tata kelola pendapatan yang efektif, transparan, dan akuntabel, sekaligus memudahkan warga mengakses layanan publik.

"Saya meminta seluruh perangkat daerah yang tergabung dalam TP2DD, khususnya pengelola PAD, terus memperkuat sinergi dan mempercepat implementasi digitalisasi transaksi pemerintah daerah agar pelayanan semakin mudah, efisien, dan mampu mendorong peningkatan pendapatan daerah," kata Maryono usai membuka Rapat Evaluasi Capaian PAD Triwulan II Tahun 2026 di Tangerang, Kamis.

Prinsip Keadilan di Tengah Target Fiskal

Maryono menekankan bahwa setiap kebijakan peningkatan PAD yang disusun oleh dinas terkait wajib mengedepankan asas keadilan. Di tengah tekanan ekonomi, pemkot berkomitmen untuk tidak menambah beban baru bagi masyarakat maupun pelaku usaha.

"Masyarakat harus merasakan bahwa setiap pajak yang dibayarkan kembali dalam bentuk pembangunan dan pelayanan publik yang manfaatnya nyata," ujarnya.

Meski capaian keseluruhan positif, Maryono menginstruksikan jajarannya untuk tetap mengoptimalkan sektor-sektor pendapatan yang realisasinya masih di bawah target. Ia meminta optimalisasi tersebut terus berlanjut hingga akhir tahun anggaran agar hasilnya maksimal.

PAD Jadi Tulang Punggung APBD 2026

Data APBD Kota Tangerang 2026 menunjukkan ketergantungan besar pada pendapatan asli daerah. Dari total pendapatan daerah sebesar Rp5,13 triliun, kontribusi PAD mencapai Rp3,20 triliun, sementara pendapatan transfer dari pusat hanya Rp1,92 triliun. Adapun belanja daerah dialokasikan sebesar Rp5,53 triliun.

Dengan porsi lebih dari separuh total pendapatan, PAD menjadi penopang utama pembiayaan pembangunan dan operasional layanan publik di kota berjuluk Seribu Industri ini.

Inovasi Jadi Syarat Kemandirian Fiskal

Sekretaris Daerah Kota Tangerang Herman Suwarman mendorong seluruh perangkat daerah untuk terus menghadirkan inovasi dalam menggali potensi pendapatan baru. Menurutnya, pemerintah daerah saat ini dituntut semakin mandiri dalam mengoptimalkan potensi fiskalnya masing-masing.

"Saya mendorong seluruh perangkat daerah, khususnya pengelola PAD, untuk terus berinovasi dalam menggali potensi pendapatan daerah. PAD menjadi salah satu sumber utama pembiayaan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat," kata Herman.

Dorongan inovasi ini menjadi krusial mengingat dinamika kebijakan transfer dari pemerintah pusat yang kerap berubah. Dengan basis PAD yang kuat, Pemkot Tangerang dinilai memiliki ruang fiskal lebih leluasa untuk menjalankan program prioritas pembangunan tanpa bergantung penuh pada dana pusat.

Reporter: Zainul Arifin
Sumber: banten.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top