TANGERANG — Tempat hiburan malam legendaris di Kota Tangerang, Karaoke FM3, resmi menutup operasionalnya untuk selamanya. Penutupan ini menandai berakhirnya perjalanan bisnis yang telah bertahan hampir tiga dekade di tengah ketatnya persaingan industri hiburan.
Informasi yang dihimpun, THM yang berlokasi di Kecamatan Pinang ini sudah tidak lagi menerima pengunjung sejak Sabtu pekan ini. Kabar penutupan ini pun santer menjadi perbincangan di kalangan pelanggan setia yang selama ini setia bernyanyi di tempat tersebut.
Keputusan menutup usaha tidak diambil secara mendadak. Manajemen FM3 menyebut, bisnis karaoke ini sudah mengalami penurunan omzet yang signifikan dan terus-menerus sejak masa pandemi Covid-19 melanda beberapa tahun lalu.
Kondisi itu diperparah dengan perubahan perilaku konsumen yang kian selektif dalam mengeluarkan biaya untuk hiburan. Alhasil, beban operasional yang tetap berjalan tidak lagi sebanding dengan pendapatan yang masuk, sehingga perusahaan mencatatkan kerugian yang terus menumpuk.
Di tengah penutupan ini, pihak manajemen menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh pelanggan setia Karaoke FM3. Mereka berterima kasih atas dukungan dan loyalitas yang diberikan selama hampir 33 tahun beroperasi.
"Kami semua keluarga FM3 Karaoke mohon maaf, selama kami melayani saudara-saudara ku apa bila kesalah-salahan yang kami sengaja maupun tidak sengaja. Sekali lagi kami mohon maaf… Matur nuwun," ujar salah seorang manajemen FM3, Seno, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (01/08/2026).
Penutupan FM3 menjadi salah satu penanda berakhirnya era tempat hiburan malam di kawasan tersebut. Keberadaan THM di tengah kota memang kerap menjadi perhatian, baik dari sisi ekonomi maupun kebijakan pemerintah daerah.
Sepinya pengunjung pasca pandemi menjadi momok bagi banyak pelaku usaha di sektor ini. FM3 menjadi salah satu korban yang akhirnya harus angkat tangan, menyusul sejumlah usaha lain yang lebih dulu gulung tikar karena alasan serupa.
Dengan ditutupnya karaoke ini, nasib para karyawan yang menggantungkan hidupnya di tempat tersebut juga menjadi pertanyaan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari manajemen terkait hak-hak karyawan atau rencana penggunaan aset bangunan Hotel FM3 ke depannya.