BANTEN — Pameran otomotif GIIAS 2026 menjadi ajang bagi Polytron untuk menarik minat konsumen terhadap mobil listrik G3+. Selain memamerkan unit, pabrikan asal Kudus itu menyiapkan sejumlah program yang menyasar langsung kebutuhan finansial calon pembeli, bukan hanya sekadar pamer teknologi.
General Manager Corporate Communication Polytron, Diantika, mengungkapkan salah satu daya tarik utama adalah kerja sama dengan OLXmobbi untuk program tukar tambah. Konsumen bisa menukarkan kendaraan lamanya dengan G3+ Series selama pameran berlangsung, sebuah skema yang memudahkan transisi dari kendaraan konvensional ke listrik.
Diantika menjelaskan, Polytron menggandeng Bank BCA untuk memberikan program pembiayaan bunga nol persen dengan tenor satu tahun. Bagi konsumen yang memilih tenor lebih panjang, yakni dua hingga tiga tahun, perusahaan menyediakan suku bunga rendah yang dapat disesuaikan dengan kemampuan cicilan.
"Lengkap dengan bonus free wall charger 7 kW dan gratis kaca film 3M," tutur Diantika di GIIAS 2026. Paket ini menjawab salah satu kecemasan utama pengguna kendaraan listrik di Indonesia, yaitu kemudahan pengisian daya di rumah.
Di tengah hiruk-pikuk pameran, Vino G. Bastian hadir dan membagikan pandangannya sebagai pengguna. Artis Ibu Kota itu menyoroti efisiensi biaya yang menjadi pertimbangan utama masyarakat urban dalam memilih kendaraan.
"Kendaraan ini bisa langsung dipakai dan diisi daya (charging) sendiri di rumah, sehingga pengguna tidak perlu membuang waktu mengantre di SPBU," kata Vino dalam kesempatan yang sama.
Perhitungannya cukup detail. Dengan skenario penggunaan 1.500 kilometer per bulan, biaya yang dikeluarkan hanya sekitar Rp 330 ribu. Angka ini ia klaim jauh lebih hemat hingga sembilan kali lipat dibandingkan kendaraan roda empat bermesin konvensional.
Vino tidak berhenti pada soal biaya. Ada tiga pilar yang membuatnya mantap mengandalkan Polytron G3+ dalam beberapa waktu belakangan. Pertama, fleksibilitas kepemilikan baterai. Polytron memberikan kebebasan penuh kepada pembeli untuk memilih skema Buy to Own atau opsi sewa baterai Battery-as-a-Service.
Kedua, jaminan nilai jual kembali. Polytron menjanjikan kepastian resale value hingga 70 persen dalam jangka waktu tiga tahun. Ketiga, Vino menyoroti reputasi merek yang telah berdiri sejak 1975 sebagai brand asli Indonesia.
"Polytron menegaskan komitmennya untuk terus menemani perjalanan konsumen, karena tidak akan ke mana-mana," ujarnya. Pernyataan ini menjadi sinyal penting di tengah persaingan merek listrik baru yang kerap masuk dan keluar pasar.