TANGERANG — Polresta Tangerang meringkus lima tersangka kasus penyiksaan yang disertai dugaan tindakan asusila terhadap seorang karyawan bank keliling di Panongan, Kabupaten Tangerang. Para pelaku ditangkap di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Jumat (7/8), setelah video aksi mereka viral di media sosial.
Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea menyebutkan, otak dari penganiayaan ini adalah bos bank keliling berinisial EDD (24). Empat lainnya adalah karyawan yang turut mengeksekusi aksi tersebut, yakni SD (21), ML (22), AD (31), dan DD (21).
"Yang menyuruh melakukan penganiayaan itu bosnya, sementara empat lainnya adalah karyawan," ujar Maruli, Sabtu (8/8).
Peristiwa nahas ini berawal dari niat PG untuk mengajukan pengunduran diri. Korban beralasan ingin pulang kampung, namun niat itu justru memicu kecurigaan dari atasan dan rekan kerjanya.
Para pelaku menduga PG akan membuka usaha serupa dan mengambil alih nasabah yang selama ini ia tangani. "Korban ini mau resign dengan alasan pulang kampung. Namun ada kecurigaan dari teman-temannya mereka termasuk bosnya bank keliling itu bahwa korban ini akan mengambil alih nasabah, sehingga mereka tidak mengizinkan sehingga terjadi penyiksaan," jelas Maruli.
Kekerasan yang dialami PG terjadi pada Selasa (28/7) malam hingga Rabu (29/7) dini hari. Dalam kondisi mabuk akibat pengaruh minuman beralkohol, para tersangka melakukan kekerasan fisik dan memaksa korban melakukan perbuatan asusila. Aksi tersebut bahkan direkam dan tersebar luas di media sosial.
Atas perbuatannya, kelima tersangka dijerat dengan Pasal 262 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Kekerasan Terhadap Orang dan Pasal 446 KUHP tentang Perampasan Kemerdekaan Orang.
Polisi juga menjerat para pelaku dengan pasal perbuatan asusila. "Kemudian ada juga tindakan asusila. Jadi terhadap mereka diancam dengan perbuatan penganiayaan, dengan perbuatan ya asusila. Kita masukkan pasal perbuatan asusila. Ancamannya 8 tahun dan 7 tahun," jelasnya.
Dalam video yang beredar, korban terlihat berdiri dengan wajah lebam dan memegang ponsel. Ia tidak mengenakan celana dan diduga dipaksa melakukan masturbasi oleh sejumlah pria di lokasi kejadian.