PANDEGLANG — Ancaman gagal panen membayangi para petani di Kabupaten Pandeglang, Banten. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) setempat mencatat luas sawah yang mengalami kekeringan mencapai 808 hektare, tersebar di 17 kecamatan hingga pekan ini.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan Tanaman Hortikultura DPKP Pandeglang, Nuridawati, mengungkapkan bahwa dari total lahan terdampak, 738 hektare mengalami kekeringan ringan. Sisanya, 50 hektare masuk kategori kekeringan sedang, 17 hektare kekeringan berat, dan 3 hektare telah gagal panen.
Untuk menekan risiko meluasnya kekeringan, DPKP langsung mengoperasikan pompa air di sejumlah titik. Petugas juga terus melakukan pemantauan berkala di areal persawahan yang masih berpotensi terdampak.
"Kami terus berkolaborasi penanganan mitigasi kekeringan agar tidak menimbulkan gagal panen," kata Nuridawati di Pandeglang, Senin.
Dalam pemantauan ini, DPKP menerjunkan Pengawas Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) dan Petugas Penyuluh Lapang (PPL) untuk memastikan kondisi tanaman serta kebutuhan air di lapangan. Pendataan masih terus berjalan karena musim kemarau diprediksi belum berakhir.
Tanaman padi yang terdampak kekeringan didominasi oleh varietas Inpari 32, M70D, dan Ciherang. Usia tanaman bervariasi antara 10 hingga 88 hari setelah tanam (HST), yang artinya sebagian besar masih dalam fase pertumbuhan kritis dan sangat membutuhkan pasokan air.
Salah satu petani di Desa Cilaban Bulan, Ade, mengaku memanfaatkan pompa air bantuan pemerintah untuk mengalirkan air permukaan ke sawahnya. Lahan seluas satu hektare miliknya kini masih bisa dialiri air untuk menjaga produksi padi.
"Kami menyedot air permukaan dengan pompa air untuk dialiri tanaman padi agar menghasilkan produksi pangan," jelas Ade.
Pemerintah Kabupaten Pandeglang tidak bergerak sendiri. Untuk mempercepat penanganan, Pemkab telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Banten dan Kementerian Pertanian guna menyiapkan langkah mitigasi serta penanggulangan bencana akibat kemarau.
Koordinasi ini mencakup skema bantuan teknis hingga alokasi pompa tambahan jika diperlukan. DPKP memastikan data luasan sawah terdampak akan terus diperbarui seiring perkembangan cuaca di lapangan.