TANGERANG — Angka partisipasi warga dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kota Tangerang menembus 747.455 orang. Angka ini menjadikan Kota Tangerang sebagai daerah dengan jumlah peserta tertinggi di Provinsi Banten, mengungguli kabupaten dan kota lain dalam program nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto tersebut.
Wali Kota Tangerang Sachrudin menyampaikan bahwa dari target 926.384 jiwa, capaian tersebut menunjukkan pergeseran perilaku warga yang tidak lagi menunggu sakit untuk memeriksakan diri. "Jangan menunggu sakit untuk memeriksakan diri. Pemeriksaan kesehatan sejak dini adalah langkah sederhana, tetapi sangat penting untuk menjaga kualitas hidup kita, keluarga, dan masa depan," ujarnya di Tangerang, Selasa.
Sachrudin menegaskan bahwa angka tersebut bukan sekadar statistik administratif. Menurutnya, setiap warga yang datang memeriksakan diri memiliki peluang lebih besar untuk mendeteksi potensi penyakit sejak awal.
"Yang paling penting bukan hanya capaian angkanya, tetapi manfaat yang dirasakan masyarakat. Semakin banyak warga yang mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal, semakin besar pula peluang untuk melakukan pencegahan dan penanganan dengan cepat dan tepat," kata Sachrudin.
Program ini berjalan berkat kolaborasi lintas sektor. Wali Kota mengapresiasi jajaran kesehatan, kader posyandu, camat, hingga lurah yang terus mengajak warga datang ke fasilitas pelayanan kesehatan. "Ini adalah kerja bersama. Sinergi dan kolaborasi harus terus kita perkuat agar semakin banyak masyarakat yang mendapatkan akses pemeriksaan kesehatan," ungkapnya.
Gubernur Banten Andra Soni menyoroti tingginya partisipasi warga Kota Tangerang dalam program CKG. Ia menyebut capaian ini menjadi bukti nyata dukungan masyarakat terhadap program unggulan pemerintah pusat yang berjalan hingga akhir tahun.
"Dari 5,4 juta warga Banten yang mengikuti CKG, Kota Tangerang ini yang tertinggi se-Provinsi Banten. Alhamdulillah, semangatnya luar biasa untuk ikut menyukseskan program unggulan Bapak Presiden Prabowo Subianto yang akan dilaksanakan hingga akhir tahun nanti," ujar Andra Soni.
Dengan sisa target sekitar 178.929 jiwa yang belum terlayani, Pemkot Tangerang masih memiliki waktu hingga Desember 2026 untuk memperluas jangkauan. Pemerintah kota berharap semakin banyak warga yang memanfaatkan layanan ini demi mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan produktif.