SERANG — Upaya memulihkan kapasitas tampung sungai di Kota Serang terus digencarkan. Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3) menyasar sejumlah titik krusial yang selama ini menjadi langganan genangan dan sedimentasi.
Kepala BBWS C3 Dedi Yudha Lesmana menyebut pengerukan dan penggalian badan sungai menjadi metode utama. Langkah ini dinilai vital untuk mengembalikan fungsi asli penampang sungai.
"Kami lakukan normalisasi di Sungai Cibanten untuk mengembalikan penampang sungai sesuai aslinya, dengan kapasitas tampung yang kembali memenuhi syarat," ujarnya di Kota Serang, Selasa.
Selain Cibanten, perhatian juga diarahkan ke Sungai Ciwaka. Pengerukan di sana bertujuan mengatasi genangan yang kerap melanda kawasan perumahan Green Sutra, dengan menggali badan sungai hingga jalur pembuangan akhir di wilayah Pamarayan.
Di sisi lain, muara Sungai Karangantu difokuskan pada pengangkutan tumpukan sedimentasi. Endapan lumpur selama ini menghambat akses keluar masuk perahu nelayan setempat.
Agar daya tampung sungai maksimal dari hulu ke hilir, BBWSC3 berkolaborasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang. Kerja sama ini menyasar penertiban bangunan liar seperti warung, garasi, dan sumbatan lain di area sempadan sungai.
Berdasarkan aturan teknis, jarak aman sempadan minimal tiga meter dari bibir sungai. Dedi menjelaskan penertiban akan dilakukan bertahap oleh pemerintah daerah.
Bagi lahan warga yang telah mengantongi sertifikat sebelum aturan terbit, statusnya akan dipertahankan. "Itu bisa status quo. Dia tidak boleh melakukan peningkatan atau pengembangan pembangunan, dan diharapkan ke depannya pemerintah daerah menertibkan dengan skema ganti rugi," kata Dedi.
Pemeliharaan sungai dipastikan berjalan berkesinambungan dengan rutinitas perawatan setiap tiga bulan sekali. Di saluran irigasi Sukadana, petugas telah memasang penahan sampah agar kualitas aliran air dari Bendung Pamarayan tetap bersih, karena masih kerap dimanfaatkan warga sekitar.
BBWSC3 juga menggandeng komunitas masyarakat peduli sungai untuk menjaga keberlanjutan fungsi daya tampung. Keterlibatan warga diharapkan mampu mempercepat proses pembersihan saluran irigasi.
"Kami melibatkan komunitas-komunitas untuk bersama bergotong royong membersihkan saluran-saluran irigasi dan sungai-sungai yang ada di wilayah Provinsi Banten, khususnya pada momen-momen seperti HUT RI hingga nanti 3 Desember (Hari Bakti PU)," ucapnya.