Realisasi Peserta KB Aktif di Lebak Capai 165.581 Jiwa, Tembus 70,95 Persen dan Lampaui Target Nasional

Penulis: Alfin Murtado  •  Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:23:31 WIB
Petugas menunjukkan alat kontrasepsi dalam sosialisasi program KB di Lebak, Banten.

LEBAK — Capaian ini menempatkan Kabupaten Lebak sebagai nominasi kedua di Provinsi Banten dan berhasil meraih penghargaan "Apresiasi Parasamya Karya Kencana". Penghargaan tersebut diberikan atas penilaian menyeluruh terhadap aspek sumber daya manusia, sarana prasarana, pembiayaan, hingga inovasi dalam pelayanan KB.

Inovasi "Sipantas KB" dan Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci

Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana DP2KBP3A Kabupaten Lebak, Tuti Nurasiah, menyebut keberhasilan ini tidak lepas dari gencarnya sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Fokus utama diarahkan pada penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) seperti IUD, implan, metode operasi pria (MOP), dan metode operasi wanita (MOW).

"Pencapaian peserta KB aktif itu melebihi target nasional 60 persen prevalensi penggunaan kontrasepsi modern atau modern contraceptive prevalence rate (mCPR)," kata Tuti dalam keterangannya, Selasa.

Ia menjelaskan, sosialisasi dan edukasi dilakukan bersama TNI, PKK, Dinkes, Asosiasi Klinik, Posyandu, serta Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI). Selain itu, inovasi Sistem Pengendalian Alat Kontrasepsi dan Pelayanan Tepat Sasaran Keluarga Berencana atau "Sipantas KB" turut menjadi penilaian penting dalam penghargaan tersebut.

Program KB Pria: Vasektomi Gratis dan Pembentukan Kelompok Siliwangi

Di tengah capaian tersebut, pemerintah daerah kini mendorong partisipasi kaum laki-laki melalui program KB Pria. Pemerintah Kabupaten Lebak bekerja sama dengan Klinik Anggara Rangkasbitung untuk menyediakan layanan vasektomi secara gratis.

Selama ini, kata Tuti, jumlah peserta KB pria relatif kecil karena faktor budaya masyarakat yang mengidentikkan KB dengan perempuan. Selain itu, masih ada keraguan di kalangan laki-laki terhadap prosedur operasi vasektomi dan sosialisasi yang belum optimal.

"Saya kira dengan kolaborasi itu realisasi program KB aktif hingga mencapai 70,95 persen atau melebihi target nasional 60 persen," ujarnya.

Saat ini, sudah terbentuk satu kelompok KB Pria Siliwangi di Lebak. Pemerintah daerah menargetkan kelompok serupa dapat terbentuk di seluruh desa dan kelurahan. Program ini diharapkan mampu mengendalikan jumlah penduduk sekaligus menekan angka kematian ibu.

Menuju Keluarga Sejahtera yang Berkualitas

Lebih lanjut, Tuti menegaskan bahwa program KB bertujuan membentuk keluarga sejahtera yang berkualitas. Dengan perencanaan jumlah anak yang matang, diharapkan terjadi perbaikan ekonomi dan perencanaan masa depan yang lebih baik bagi setiap keluarga di Lebak.

"Kami meyakini Program KB itu dapat mewujudkan keluarga sejahtera," kata Tuti menegaskan.

Reporter: Alfin Murtado
Sumber: banten.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top