BANTEN — Kabar mengenai pengembangan Hyundai Neira mulai mencuat di tengah gencarnya elektrifikasi pabrikan asal Korea Selatan ini. Model ini diprediksi menjadi salah satu andalan Hyundai untuk bersaing di segmen SUV listrik 7-seater yang saat ini mulai ramai. Neira digadang-gadang berbagi platform dengan Kia Carens EV, yang berarti fokus utamanya adalah ruang kabin luas dan kepraktisan untuk penggunaan sehari-hari.
Konsep Neira lahir dari strategi grup Hyundai Motor untuk berbagi basis produksi antar merek. Dengan mengusung platform yang sama dengan Carens EV, Neira diharapkan mampu menawarkan jarak tempuh yang kompetitif. Hal ini juga memungkinkan Hyundai menekan biaya produksi tanpa mengorbankan fitur keselamatan dan kenyamanan.
Keputusan untuk menghadirkan Neira di segmen 7-seater terbilang strategis. Pasalnya, permintaan kendaraan listrik berkapasitas besar terus meningkat, terutama di kawasan Asia Tenggara. Konsumen tidak lagi hanya mencari mobil ramah lingkungan, tetapi juga yang mampu menampung seluruh anggota keluarga dalam sekali perjalanan.
Secara desain, Neira diprediksi mengadopsi bahasa desain terbaru Hyundai yang disebut "Sensuous Sportiness". Tampilannya akan lebih tegas dan futuristik dibandingkan Carens EV, dengan garis bodi yang tajam serta lampu LED yang menyambung. Sementara itu, bagian kabin diperkirakan mengusung konsep minimalis dengan layar ganda yang menyatu, mirip dengan model listrik Hyundai lainnya seperti Ioniq 5.
Kelebihan utama dari mobil berbasis platform khusus EV adalah lantai kabin yang rata. Hal ini memberikan ruang kaki yang lebih lega bagi penumpang baris kedua dan ketiga. Kursi baris tengah kemungkinan besar bisa digeser dan direbahkan untuk memaksimalkan fleksibilitas bagasi.
Hingga saat ini, Hyundai belum mengumumkan spesifikasi resmi seperti kapasitas baterai atau tenaga yang dihasilkan Neira. Namun, jika mengacu pada Carens EV, SUV ini kemungkinan besar akan menggunakan motor listrik di depan dengan tenaga sekitar 140-160 hp. Baterainya diprediksi memakai paket berkapasitas 50-60 kWh yang mampu menempuh jarak hingga 400 kilometer dalam sekali pengisian penuh.
Yang jelas, Neira akan menjadi jembatan bagi konsumen yang menginginkan mobil listrik 7-seater tanpa harus membayar mahal untuk model premium. Dengan strategi harga yang agresif, Hyundai berpotensi merebut pangsa pasar yang selama ini didominasi oleh mobil berbahan bakar bensin.
Berdasarkan jadwal yang beredar di internal pabrikan, Hyundai Neira kemungkinan besar akan diperkenalkan secara global pada awal 2027. Pasar Asia, termasuk Indonesia, menjadi prioritas utama mengingat tren elektrifikasi yang semakin matang. Jika peluncurannya mulus, Neira bisa menjadi primadona baru di segmen mobil listrik keluarga.
Bagi konsumen Indonesia, kehadiran Neira tentu menjadi angin segar. Pilihan mobil listrik 7-seater di dalam negeri masih terbatas dan mayoritas harganya berada di atas Rp 700 juta. Neira diharapkan bisa menawarkan harga yang lebih masuk akal, terlebih jika perakitannya dilakukan secara lokal untuk mendapatkan insentif PPnBM.