TANGERANG SELATAN — Pemerintah Kota Tangerang Selatan mencatat peningkatan signifikan cakupan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dalam sepekan terakhir. Hingga akhir Agustus 2026, layanan kesehatan yang digelar serentak di berbagai kecamatan ini telah menjangkau lebih dari separuh warga yang menjadi sasaran.
Capaian 53 persen tersebut naik lima poin dibandingkan posisi 24 Agustus 2026 yang masih berada di angka 48 persen. Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menargetkan pemeriksaan dapat menuntaskan 100 persen sasaran warga di wilayahnya.
"Dari 53 persen itu, kalau bisa dibikin 100 persen lagi," ujarnya di sela kegiatan, Senin (31/8/2026).
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan dua penyakit degeneratif mendominasi temuan di lapangan, yakni hipertensi dan diabetes. Benyamin menyebut kedua kondisi ini perlu diwaspadai lantaran dapat memicu komplikasi serius bila tidak terdeteksi sejak dini.
Selain itu, petugas kesehatan juga menemukan sejumlah kasus gangguan kesehatan mental, termasuk depresi, di kalangan warga yang mengikuti pemeriksaan.
Pemerintah Kota Tangerang Selatan menyiapkan fasilitas kesehatan untuk menindaklanjuti hasil pemeriksaan CKG. Warga yang membutuhkan penanganan lebih lanjut dapat mengakses puskesmas, rumah sakit, atau fasilitas kesehatan lain sesuai dengan kondisi kesehatannya.
Kemudahan akses layanan ini didukung oleh cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kota Tangerang Selatan yang telah menyentuh sekitar 99 persen. Dengan begitu, warga tidak perlu khawatir terhadap biaya saat dirujuk untuk konsultasi ataupun pengobatan.
"Tindak lanjut yang setelah ini, kita persiapkan di rumah sakit dan di puskesmas kita. Karena UHC kita, BPJS Kesehatan kita, sudah meng-cover 99 persen, jadi tinggal nanti masyarakat datang ke puskesmas atau nanti konsultasi melalui bidang sehat premium yang akan datang ke rumah masing-masing," jelas Benyamin.
Gubernur Banten Andra Soni mengingatkan masyarakat untuk menjadikan program ini sebagai langkah awal mengenali potensi risiko penyakit. Menurutnya, banyak warga yang tidak menyadari kondisi kesehatannya hingga penyakit sudah berkembang parah.
"Jadi yang penting masyarakatnya tahu bahwa mereka punya potensi atau risiko penyakit, misal diabetes atau virus. Silakan nanti bisa berkonsultasi lebih lanjut di puskesmas atau fasilitas yang ada di Banten," tuturnya.
Kegiatan di Pondok Aren ini merupakan bagian dari sinergi Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk mendorong kesadaran warga menjalani pemeriksaan kesehatan secara rutin. Dengan deteksi dini, risiko komplikasi penyakit dapat ditekan dan kualitas hidup masyarakat meningkat.