BANTEN — Penguatan rupiah terjadi di tengah pergerakan dolar AS yang variatif di pasar global. Mata uang Paman Sam justru menunjukkan penguatan tipis terhadap sejumlah mata uang utama Eropa dan Australia pada pagi hari ini.
Pelemahan dolar AS paling terlihat saat berhadapan dengan yen Jepang. Dolar AS tercatat turun 0,22% terhadap yen, menjadikannya penurunan terbesar di antara mata uang utama lainnya.
Gerak dolar AS juga tertekan 0,01% terhadap franc Swiss (CHF) dan dolar Kanada (CAD). Sementara itu, di kawasan Eropa, dolar AS masih mampu menguat 0,06% terhadap euro (EUR) dan 0,01% terhadap poundsterling Inggris (GBP).
Relatif terhadap dolar Australia (AUD), dolar AS juga mencatatkan penguatan sebesar 0,07%.
Kendati menguat pagi ini, depresiasi rupiah terhadap dolar AS sepanjang tahun berjalan (year to date/ytd) 2026 masih cukup dalam. Data menunjukkan dolar AS telah menguat 5,20% terhadap rupiah sejak awal tahun.
Level Rp 17.547 per dolar AS pada pagi ini masih berada di dekat posisi terlemahnya. Sepanjang hari, pasar memperkirakan pergerakan dolar AS akan berada pada rentang Rp 17.544 hingga Rp 17.597.
Penguatan tipis rupiah pagi ini lebih disebabkan oleh koreksi teknis setelah tekanan beruntun beberapa hari terakhir. Belum ada sentimen baru yang cukup kuat untuk mendorong apresiasi lebih lanjut mata uang Garuda.
Pelaku pasar masih mencermati arah kebijakan suku bunga global dan pergerakan harga komoditas untuk mencari katalis berikutnya. Rentang pergerakan yang sempit mengindikasikan investor memilih menunggu sebelum mengambil posisi baru.