Pemprov Banten Luncurkan QRIS Samling Movement, Bayar Pajak Kendaraan Kini Bisa Lewat Ponsel

Penulis: Vikri Alfandi  •  Sabtu, 26 September 2026 | 13:17:02 WIB
Asisten Daerah Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Banten Rina Dewiyanti menyampaikan sambutan pada peluncuran QRIS Samling Movement di Serang.

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Banten bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia meluncurkan program QRIS Samling Movement untuk mempermudah pembayaran pajak kendaraan bermotor. Program ini menyasar wajib pajak di lokasi layanan Samsat dengan mendorong transaksi nontunai, sekaligus menggenjot penerimaan Pendapatan Asli Daerah dari sektor pajak kendaraan. Bapenda menyiapkan hadiah menarik bagi warga yang membayar pajak menggunakan QRIS di lokasi acara.

SERANG — Asisten Daerah Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Banten Rina Dewiyanti menyebut peluncuran QRIS Samling Movement sebagai wujud nyata transformasi digital yang diwujudkan Pemprov Banten bersama Bank Indonesia. Menurutnya, langkah ini mempercepat peralihan layanan pajak dari cara manual ke digital.

"Ini merupakan upaya percepatan digitalisasi di era disrupsi, yakni wujud nyata transformasi dari pelayanan manual menjadi digital," ungkap Rina dalam keterangannya di Serang, Sabtu.

Sinergi antara Bapenda dan BI dinilai penting untuk menunjang optimalisasi Pendapatan Asli Daerah, khususnya dari sektor pajak kendaraan bermotor. Rina berharap masyarakat bisa merasakan langsung kemudahan fasilitas yang disediakan.

Mengapa QRIS Dipilih untuk Bayar Pajak Kendaraan?

Kepala Bapenda Provinsi Banten Berly Rizki Natakusumah menjelaskan, program ini bertujuan mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dalam pembangunan daerah melalui kepatuhan pajak. Bapenda juga menggandeng berbagai komunitas untuk membantu menyosialisasikan manfaat pajak.

"Bagi masyarakat yang membayar pajak menggunakan QRIS di lokasi acara, Bapenda menyediakan berbagai hadiah menarik, salah satunya telepon seluler," ujarnya.

Hadiah tersebut menjadi pemantik agar warga mau mencoba metode pembayaran baru. Cara ini sekaligus memperkenalkan QRIS sebagai kanal pembayaran resmi di lingkungan Samsat.

Dorongan BI: dari Transaksi Tunai ke Nontunai

Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Banten Yusuf Wicaksono menyambut baik kolaborasi tersebut. BI akan terus mendorong transisi kebiasaan masyarakat dari transaksi tunai menjadi nontunai atau cashless.

"Semakin banyak masyarakat yang membayar pajak secara nontunai, tingkat kepatuhan pajak juga akan semakin tinggi. Kami berharap dengan adanya digitalisasi di Samsat, penerimaan pembayaran pajak dapat meningkat sehingga berdampak langsung pada kenaikan PAD Provinsi Banten," pungkasnya.

Dampak ke PAD Banten dan Wajib Pajak

Pajak kendaraan bermotor menjadi salah satu penyumbang utama PAD Provinsi Banten. Digitalisasi pembayaran di Samsat diharapkan memangkas antrean, mengurangi uang tunai di loket, dan mempercepat pencatatan setoran.

Bagi wajib pajak, pembayaran lewat QRIS menghilangkan kebutuhan membawa uang tunai dalam jumlah besar. Proses verifikasi pembayaran juga berlangsung lebih cepat karena tercatat otomatis di sistem.

Rina berharap kegiatan serupa bisa terus dilakukan bersama BI ke depan. "Mudah-mudahan kegiatan serupa bisa terus kita lakukan bersama. Harapannya, masyarakat dapat merasakan kemudahan fasilitas dari Pemprov Banten dalam rangka menjaga kesinambungan dan sinergi pembangunan," katanya.

Pemprov Banten belum merinci jadwal lanjutan QRIS Samling Movement ke sejumlah titik Samsat lain di wilayah Banten. Sosialisasi ke komunitas wajib pajak disebut akan berjalan bertahap mengikuti kesiapan infrastruktur pembayaran digital di tiap lokasi.

Reporter: Vikri Alfandi
Sumber: banten.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top