SERANG — Gubernur Banten Andra Soni menyatakan pihaknya tengah merampungkan feasibility study sebagai dasar memperkuat usulan elektrifikasi jalur Rangkasbitung-Merak ke pemerintah pusat. Rencana itu sebenarnya sudah tercantum dalam RPJMN 2025-2029, tetapi belum masuk dalam Renstra. Karena kewenangan pembangunan berada di Kemenhub, Pemprov Banten menyiapkan kajian agar usulan punya pijakan teknis yang jelas.
"Harapannya, dari FS ini dapat terkonfirmasi bahwa pemenuhan kebutuhan masyarakat terhadap transportasi publik, termasuk jalur ganda dan KRL lanjutan dari Rangkasbitung, memang bisa dilaksanakan," kata Andra.
Wali Kota Serang Budi Rustandi menilai pengaktifan kembali Stasiun Cipocok Jaya bakal mengubah peta mobilitas warga di kawasan barat Banten. Jalur kereta yang dikembangkan nanti akan melewati area tersebut, sehingga stasiun lama itu dinilai masih punya posisi strategis. Budi menyampaikan hal ini usai mengikuti FGD Studi Kelayakan Elektrifikasi Jalur Kereta Api Rangkasbitung-Merak yang digelar Pemprov Banten.
"Stasiun ini (Cipocok Jaya) akan dihidupkan kembali karena jalurnya nanti akan melewati area sana," ujarnya.
Respons cepat Pemprov Banten terhadap inisiatif daerah jadi sorotan dalam forum tersebut. Budi menyebut koordinasi lintas tingkat pemerintahan ini menentukan apakah Kota Serang benar-benar kebagian layanan kereta elektrifikasi.
"Alhamdulillah, Gubernur merespons cepat inisiatif ini agar Kota Serang bisa mendapatkan layanan kereta elektrifikasi," kata Budi.
Proyek elektrifikasi jalur Rangkasbitung-Merak diperkirakan membutuhkan investasi sekitar Rp1,29 triliun. Pembangunannya tidak digarap sekaligus, melainkan bertahap mulai dari segmen Rangkasbitung-Serang, lalu dilanjutkan menuju Cilegon hingga Merak. Skema bertahap ini memungkinkan pemerintah menyesuaikan kesiapan lahan dan pendanaan di tiap segmen.
Dampak yang dibidik bukan sekadar kecepatan tempuh. Budi menilai elektrifikasi hingga Banten bagian barat bakal memperkuat aktivitas ekonomi Kota Serang dan kabupaten/kota sekitarnya, karena mobilitas orang dan barang jadi lebih murah. Konektivitas antarwilayah di Provinsi Banten disebut ikut terdongkrak bila proyek ini terealisasi.
Budi berharap proses pengembangan elektrifikasi bisa berlanjut pada 2027 melalui Kementerian Perhubungan. Artinya, tahun depan jadi fase krusial: hasil studi kelayakan Pemprov Banten akan menentukan apakah usulan naik ke tahap perencanaan pusat atau masih perlu pendalaman. Warga Kota Serang yang selama ini bergantung pada angkutan jalan menuju Rangkasbitung dan Merak pun menunggu kepastian jadwal.
Hingga kini belum ada keterangan resmi soal besaran anggaran yang akan dialokasikan Pemprov Banten untuk tahap lanjutan, maupun soal status lahan di sekitar Stasiun Cipocok Jaya. Yang jelas, arah kebijakannya sudah terlihat: mendorong transportasi publik berbasis rel masuk lebih dalam ke wilayah Banten bagian barat.