Trump Anugerahkan Medali Sains ke Musk, Huang, dan Nadella

Penulis: Wisnu Wardana  •  Jumat, 09 Oktober 2026 | 12:22:01 WIB
Presiden AS Donald Trump menganugerahkan National Medal of Science dan National Medal of Technology and Innovation kepada sejumlah tokoh teknologi terkemuka.

BANTEN — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menganugerahkan National Medal of Science dan National Medal of Technology and Innovation kepada sejumlah tokoh teknologi terkemuka. Penerima medali antara lain Elon Musk, Jensen Huang, Sergey Brin, Lisa Su dari AMD, Michael Dell, dan CEO Microsoft Satya Nadella. Penganugerahan ini menuai perhatian karena para penerima tercatat sebagai donatur besar bagi berbagai program yang terkait dengan pemerintahan Trump.

Daftar Penerima dan Bidang Penghargaan

National Medal of Science dianugerahkan kepada Elon Musk, Jensen Huang, Sergey Brin, dan Lisa Su. Sementara itu, National Medal of Technology and Innovation diberikan kepada Michael Dell dan Satya Nadella. Kedua penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan tertinggi pemerintah Amerika Serikat atas kontribusi di bidang sains dan inovasi teknologi.

Rekam Jejak Donasi Para Penerima

Berdasarkan laporan The New Republic, para penerima medali secara kolektif telah menyumbangkan dana mendekati 6 miliar dolar AS untuk berbagai upaya yang terkait dengan Trump dan pemerintahannya. Alphabet dan Microsoft tercatat memberikan donasi untuk dana pelantikan presiden serta proyek ballroom Gedung Putih. AMD memberikan sumbangan kepada Super PAC yang mendukung Trump.

Michael dan Susan Dell menjanjikan dana sebesar 6,25 miliar dolar AS untuk membantu membiayai program Trump Accounts, yakni program tabungan anak-anak yang digagas pemerintahan. Besaran donasi ini menjadi salah satu komitmen filantropi terbesar dari kalangan eksekutif teknologi dalam beberapa tahun terakhir.

Pernyataan Trump di Acara Penghargaan

Dalam sambutannya, Trump menyebut para penerima penghargaan telah membantu "pioneer an incredible future for America." Ia menambahkan bahwa berkat kontribusi mereka, Amerika Serikat akan selalu berada di posisi teratas. "No one else can compete with us," ujar Trump dalam acara tersebut.

Penghargaan Nadella dan Isu H-1B

Satya Nadella menerima medali tidak lama setelah pemerintah Amerika Serikat menangguhkan Microsoft dari program H-1B untuk waktu yang tidak ditentukan. Program H-1B sendiri merupakan jalur yang memungkinkan perusahaan Amerika Serikat memperkerjakan tenaga kerja asing terampil. Penangguhan ini menimbulkan pertanyaan mengenai dampaknya terhadap operasional Microsoft dan perusahaan teknologi lain yang bergantung pada talenta global.

Implikasi bagi Industri Teknologi Global

Penganugerahan ini menegaskan kedekatan antara pemerintahan Trump dan kalangan eksekutif teknologi besar Amerika Serikat. Bagi pelaku industri di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dinamika ini berpotensi mempengaruhi kebijakan imigrasi tenaga kerja terampil dan arah investasi perusahaan teknologi Amerika di kawasan. Perusahaan seperti Microsoft dan AMD memiliki operasi serta kemitraan di pasar Asia, sehingga perubahan kebijakan H-1B bisa berdampak pada alokasi sumber daya manusia mereka secara global.

Reporter: Wisnu Wardana
Sumber: techcrunch.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top