LEBAK — Kasi Humas Polres Lebak Iptu Moestafa Ibnu Safir menyatakan pembinaan ke pelajar merupakan bagian dari kepedulian Polri terhadap dunia pendidikan. Menurutnya, kegiatan itu diarahkan untuk membangun karakter generasi muda yang disiplin, berintegritas, dan bertanggung jawab.
Imbauan disampaikan langsung di lingkungan sekolah, bukan lewat surat edaran. Polisi hadir dalam upacara bendera untuk berbicara kepada pelajar soal risiko pergaulan yang merugikan.
Ada empat persoalan utama yang berulang kali disebut dalam pembinaan: kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, pornografi, dan tindakan asusila. Polres Lebak menilai keempatnya paling dekat dengan kehidupan pelajar sehari-hari.
"Polres Lebak berkomitmen untuk terus hadir di lingkungan pendidikan melalui kegiatan pembinaan dan penyampaian imbauan kepada para pelajar. Kami ingin generasi muda memiliki pemahaman yang baik tentang bahaya kenakalan remaja, pornografi, tindakan asusila, dan penyalahgunaan narkoba," ujar Iptu Moestafa.
Selain itu, pelajar diajak menaati tata tertib sekolah dan menjaga pergaulan. Mereka juga diminta tidak mudah terpengaruh ajakan lingkungan yang bisa merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Polisi menyoroti kebiasaan pelajar memakai telepon genggam. Kemudahan akses informasi dinilai perlu diarahkan ke hal positif, terutama untuk menunjang proses belajar dan mengembangkan potensi diri.
"Jangan mudah terpengaruh oleh konten negatif di media sosial. Para pelajar harus mampu menjaga diri, menghormati orang lain, serta tidak menyebarkan foto, video, atau informasi pribadi seseorang tanpa izin. Apabila menghadapi persoalan, jangan ragu untuk meminta bantuan kepada orang tua, guru, maupun pihak yang dapat dipercaya," tambahnya.
Imbauan soal privasi ini relevan dengan kebiasaan remaja yang kerap membagikan konten tanpa izin. Polisi memposisikan orang tua dan guru sebagai tempat pertama pelajar mencari bantuan saat menghadapi masalah.
Polres Lebak tidak menjalankan pembinaan sendirian. Pihak sekolah dan orang tua diminta meningkatkan pengawasan sekaligus membangun komunikasi yang baik dengan anak-anak.
Sinergi antara kepolisian, tenaga pendidik, keluarga, dan masyarakat dinilai menjadi kunci agar pencegahan kenakalan remaja berjalan berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan sesaat.
"Pencegahan kenakalan remaja merupakan tanggung jawab kita bersama. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam melindungi generasi muda agar dapat meraih cita-cita dan menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas menuju Indonesia Emas 2045," tutup Iptu Moestafa.
Lewat pembinaan di sekolah-sekolah wilayah Kabupaten Lebak, Polres Lebak berharap pelajar tumbuh berprestasi, berkarakter positif, dan menjauhi penyalahgunaan narkoba serta perilaku yang bertentangan dengan norma hukum maupun sosial.