BANTEN — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mengimbau penumpang kereta jarak jauh dari Stasiun Gambir datang lebih awal pada Selasa, 20 Oktober 2026, menyusul potensi kepadatan lalu lintas akibat aksi penyampaian aspirasi. Hingga pukul 09.40 WIB, sebanyak 5.768 penumpang sudah berangkat dari stasiun tersebut. KAI memastikan seluruh perjalanan tetap beroperasi normal sesuai jadwal.
Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyatakan pihaknya memantau langsung kondisi di lapangan agar layanan tidak terganggu. Imbauan datang lebih awal ditujukan terutama bagi pelanggan kereta jarak jauh yang jadwal keberangkatannya berdekatan dengan jam sibuk pagi.
Franoto menjelaskan, potensi kepadatan lalu lintas di sekitar Stasiun Gambir menjadi alasan utama imbauan tersebut. Aksi penyampaian aspirasi di kawasan Jakarta pusat diperkirakan menarik massa dan memperlambat arus kendaraan menuju stasiun.
"Kami berharap pelanggan tidak berangkat terlalu mepet dengan jadwal keberangkatan kereta api. Perhatikan kondisi lalu lintas dan pertimbangkan waktu tempuh menuju Stasiun Gambir agar perjalanan tetap nyaman dan lancar," ujar Franoto dalam keterangan tertulis.
Dia meminta calon penumpang menghitung ulang estimasi perjalanan dari rumah atau titik jemput, termasuk waktu mengantre di pintu masuk dan pemeriksaan tiket.
Di sisi operasional, KAI Daop 1 Jakarta memastikan tidak ada pembatalan maupun perubahan jadwal. "Seluruh perjalanan kereta api dari Stasiun Gambir tetap berjalan normal sesuai jadwal," kata Franoto.
Angka keberangkatan pagi ini menunjukkan mobilitas penumpang yang tinggi. Tembusan 5.768 penumpang hingga pukul 09.40 WIB tercatat sebagai akumulasi pengguna jasa yang sudah berangkat, dan jumlahnya masih akan bertambah.
Penjualan tiket tetap dibuka hingga malam hari, sehingga volume penumpang diperkirakan terus bergerak naik menjelang sore dan malam.
Bagi penumpang, datang lebih awal memberi ruang cadangan jika terjadi kemacetan tak terduga di jalur menuju stasiun. Keterlambatan masuk peron berisiko membuat penumpang tertinggal kereta, terutama untuk layanan jarak jauh yang jadwalnya ketat.
Bagi KAI, lonjakan penumpang di jam-jam tertentu menuntut pengaturan arus di area keberangkatan, mulai dari pintu masuk, ruang tunggu, hingga peron. Koordinasi dengan petugas keamanan dan pengelola stasiun menjadi kunci agar antrean tidak menumpuk.
Imbauan KAI ini menegaskan bahwa kelancaran perjalanan kereta tidak hanya bergantung pada ketepatan jadwal operator, tetapi juga pada kesiapan penumpang mengantisipasi kondisi di luar stasiun. Dengan volume yang masih bertambah hingga malam, kedisiplinan waktu menjadi faktor penentu kenyamanan perjalanan.