SERANG — Penyusunan draf calon anggota legislatif itu disampaikan Andika usai peringatan HUT ke-62 Partai Golkar di Taman Makam Pahlawan Ciceri, Kota Serang. Ia menyebut persiapan dini sebagai hasil evaluasi kontestasi politik sebelumnya, dengan kebersamaan dan kekompakan kader sebagai kunci menjaga kekuatan partai.
"Kunci evaluasi kemarin dari Partai Golkar adalah bagaimana mempertahankan kebersamaan, kekompakan," kata Andika di lokasi acara.
Andika menjelaskan, pemilu mendatang tidak lagi digelar serentak dalam satu waktu. Pemilihan legislatif, pemilihan presiden, dan pemilihan kepala daerah akan berlangsung dalam jadwal masing-masing.
"Pemilunya nanti panjang. Pemilu legislatif dipisah, pemilu presiden dipisah, pemilu kepala daerah dipisah. Jadi ada tiga agenda politik," ujarnya.
Kondisi itu yang membuat Golkar Banten bergerak lebih awal menyiapkan kandidat. Andika mengaku telah menerima penugasan langsung dari Ketua Umum Partai Golkar untuk menyusun draf caleg.
"Saya sudah ditugaskan oleh Ketua Umum sudah harus membuat draf. Jadi tidak ada lagi kader yang kaget-kagetan istilahnya. Kita ingin kader-kader yang diusung oleh Partai Golkar di pileg ini kader-kader yang sudah mempunyai loyalitas terhadap Partai Golkar," tegasnya.
Meski mulai memetakan kandidat, Golkar Banten tidak memasang target penambahan suara secara besar-besaran. Partai memilih fokus merawat basis dukungan yang sudah terbangun.
Andika meminta seluruh kader yang kini duduk di DPR RI, DPRD Provinsi, serta DPRD kabupaten dan kota menjaga daerah pemilihan masing-masing. Penjagaan basis dinilai penting agar dukungan masyarakat tidak tergerus menjelang kontestasi berikutnya.
"Bagaimana sekarang suara yang sudah ada, teman-teman yang sudah diberikan amanah menjadi DPR RI atau Dewan Kabupaten, Kota, Provinsi, mereka bisa menjaga basis-basis suara yang selama ini telah dibina. Jadi kita tidak muluk-muluk, tidak minta lebih, yang penting kita bisa mempertahankan," kata Andika.
Perolehan suara pada Pileg 2029 disebut akan menjadi modal politik untuk menghadapi pilkada di delapan kabupaten dan kota se-Banten. Basis legislatif yang kuat dinilai menentukan langkah politik partai setelahnya.
Di luar urusan elektoral, Andika menegaskan Golkar punya tanggung jawab mengawal program pemerintah pusat sampai ke daerah. Posisi Golkar sebagai partai pengusung Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi dasar penugasan itu.
"Kita sebagai partai pengusung dari Bapak Presiden Prabowo. Sudah jelas instruksi Ketua Umum bahwa di seluruh wilayah, di seluruh provinsi, Partai Golkar wajib mengawal pembangunan Pak Presiden dan Pak Gibran," tutupnya.