Status Motor Trail di Bekasi: Bukan MBG, Milik Mitra Kementerian Pertahanan

Penulis: Yoga Permadi  •  Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:21:31 WIB
Ratusan motor trail di lahan kosong Bekasi menunggu distribusi ke Batalyon Teritorial Pembangunan di Papua.

BANTEN — Ratusan motor trail yang berjejer di lahan kosong tanpa atap di Bekasi bukan kendaraan program MBG, melainkan milik mitra pengadaan untuk Kementerian Pertahanan. Kapendam Jaya Letkol Arf Noor Iskak memastikan kendaraan itu menunggu distribusi ke Batalyon Teritorial Pembangunan di Papua, bukan terbengkalai seperti narasi yang beredar.

Penjelasan Iskak sekaligus memutus kaitan antara kendaraan di Bekasi dengan program Makan Bergizi Gratis. Sebelumnya, warganet di Threads mengunggah foto dan video deretan motor trail yang terparkir di lahan kosong tanpa atap, bersebelahan dengan tumpukan rongsokan, ekskavator, dan truk pengangkut barang bekas.

Dipakai untuk Operasional Batalyon TP di Papua

Menurut Iskak, kendaraan tersebut dialokasikan untuk menunjang operasional prajurit TNI, khususnya Batalyon Teritorial Pembangunan di wilayah Indonesia bagian timur. Papua menjadi daerah penerima utama.

"Diperuntukkan bagi kebutuhan operasional Batalyon Teritorial Pembangunan (Batalyon TP) di wilayah Indonesia Timur, khususnya Papua," ujar Iskak.

Batalyon TP sendiri merupakan satuan yang bergerak di pembangunan infrastruktur teritorial. Motor trail dipilih karena medan jangkauan satuan ini menuntut kendaraan yang mampu melewati jalur tanah dan berbukit, bukan sekadar motor bebek atau matic standar.

Mengapa Motor Terparkir di Lahan Terbuka

Iskak membantah narasi bahwa ratusan motor di Bekasi terbengkalai. Menurutnya, lokasi tersebut menjadi titik penyimpanan sementara sebelum kendaraan dikirim ke satuan penerima.

"Keberadaan kendaraan tersebut di wilayah Bekasi berkaitan dengan proses pengadaan dan penyiapan kendaraan sebelum didistribusikan kepada satuan penerima sesuai peruntukannya," tutur Iskak.

Iskak meminta masyarakat membaca informasi soal keberadaan motor trail itu dalam konteks proses pengadaan dan dukungan operasional. "Sehingga tidak menimbulkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat," ujarnya.

Meski begitu, kondisi parkir di lahan terbuka tanpa atap tetap memantik pertanyaan soal perlindungan unit. Motor trail yang dibiarkan terkena hujan dan panas berisiko mempercepat penurunan kondisi cat, kelistrikan, dan komponen karet sebelum sempat dipakai.

BGN dan Kejagung Bantah Keterkaitan

Juru bicara Badan Gizi Nasional Tysa Novenny juga membantah motor listrik dalam video viral tersebut milik BGN. Tysa menyatakan pihaknya sudah mengecek dan membandingkan kendaraan dalam video dengan motor trail listrik yang diadakan pada 2025.

Kejaksaan Agung memastikan hal serupa. Motor-motor dalam video bukan barang bukti kasus dugaan korupsi pengadaan motor listrik di BGN. Dua pernyataan itu menutup spekulasi yang sempat menyebut kendaraan di Bekasi sebagai motor trail listrik program MBG yang dibuang.

Yang Perlu Diperhatikan

  • Keterangan resmi menyebut kendaraan menunggu distribusi, tetapi belum ada penjelasan berapa lama unit sudah berada di lahan Bekasi dan kapan pengiriman ke Papua dijadwalkan.
  • Lokasi penyimpanan berupa lahan terbuka tanpa atap, sementara motor trail operasional sebaiknya terlindung dari cuaca sebelum diserahkan ke satuan.
  • Spesifikasi teknis kendaraan, jumlah unit persisnya, dan nilai pengadaan belum diungkap dalam keterangan yang beredar.
  • Beredarnya foto di media sosial lebih dulu daripada penjelasan resmi, sehingga publik sempat menerima narasi yang salah soal asal-usul kendaraan.

Bagi pembaca yang sempat melihat unggahan di Threads, kasus ini jadi pengingat sederhana: foto deretan kendaraan di lahan kosong tidak otomatis berarti barang telantar atau milik program tertentu. Verifikasi ke instansi terkait tetap langkah pertama sebelum menyimpulkan.

Reporter: Yoga Permadi
Sumber: oto.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top