BANTEN — Kawah Putih di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mengalami penyusutan debit air danau hingga 40 persen selama musim kemarau panjang. Pengelola menyebut air danau yang bersumber dari hujan itu mulai surut sejak enam bulan lalu, dengan kunjungan harian masih sekitar 600 orang pada hari biasa. Fenomena ini justru memunculkan daratan baru di tepian kawah yang dimanfaatkan wisatawan sebagai spot foto.
Pengelola Kawah Putih, Budi Kawal, membenarkan kondisi danau yang tampak mengering di sejumlah sisi. Area pinggir kawah kini hanya menyisakan batu kapur kering, sementara air yang masih tergenang terlihat di bagian tengah saja.
Penyusutan debit air Kawah Putih sempat ramai di media sosial lewat video yang menunjukkan retakan tanah di area danau. Fenomena serupa disebut kerap terjadi setiap tahun saat kemarau panjang melanda.
Budi menjelaskan air Danau Kawah Putih sepenuhnya bersumber dari air hujan. Tanpa pasokan hujan, debit danau otomatis menurun dan akan kembali naik saat musim hujan tiba.
"Kebetulan Danau Kawah Putih itu sebenarnya bersumber pada hujan, jadi kalau musim hujan bisa naik kembali airnya gitu," kata Budi.
Penurunan debit air mulai terlihat sejak enam bulan lalu. Meski begitu, pihak pengelola menilai kondisi tersebut belum sampai mengganggu operasional kawasan wisata.
Area danau yang mengering meninggalkan daratan baru di tepian kawah. Wisatawan yang sebelumnya berfoto di dekat permukaan air kini memanfaatkan daratan tersebut sebagai latar alternatif.
"Karena yang dulunya berfoto di tepian air, sekarang jadi ada daratan gitu kan. Jadi spot foto baru lah bagi pengunjung," ujar Budi.
Perubahan lanskap ini tidak menyurutkan minat pengunjung. Pada hari biasa, jumlah wisatawan berada di kisaran 600 orang, sedangkan akhir pekan bisa melampaui 1.500 orang.
Budi menyebut tingkat kunjungan Kawah Putih masih dalam kategori stabil meski debit air menurun. Lonjakan pengunjung tetap terjadi pada akhir pekan.
"Artinya walaupun ada penurunan debit air, wisatawan tuh masih terus stabil," ungkapnya.
Bagi traveler yang berencana ke Kawah Putih, kondisi ini bisa jadi pertimbangan tersendiri. Lanskap kering dengan batu kapur dan daratan baru memberi pengalaman visual berbeda dibanding saat danau penuh.
Datanglah pada pagi hari untuk menghindari kabut tebal dan antrean kendaraan menuju kawasan. Bawa jaket karena suhu di area kawah cukup dingin, terutama saat angin bertiup.
Gunakan alas kaki yang nyaman untuk berjalan di daratan kering bekas danau. Tetap patuhi batas area yang diizinkan pengelola demi keamanan, mengingat permukaan tanah bisa rapuh.
Informasi terkini soal tarif masuk dan jam operasional sebaiknya dikonfirmasi langsung ke pengelola atau dinas pariwisata setempat sebelum berangkat.
Kawah Putih tetap layak masuk itinerary liburan keluarga di Bandung selatan. Alokasikan waktu sekitar dua hingga tiga jam untuk menjelajah area kawah, berfoto, dan menikmati udara dingin khas dataran tinggi.