LEBAK — Dana pembiayaan tersebut diarahkan ke usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kepemilikan rumah, serta kegiatan ekonomi produktif masyarakat. Direktur Nobu Bank Steve Marciano Joe menegaskan kehadiran kantor cabang di Rangkasbitung tidak sekadar memperluas layanan perbankan, tetapi juga mendukung pengembangan ekonomi lokal.
Nobu Bank mengusung konsep Regional Entrepreneur Banking, pendekatan yang menitikberatkan pengembangan ekonomi daerah lewat penghimpunan dana masyarakat, pembiayaan usaha, dan pembukaan peluang ekonomi.
"Nobu datang ke Lebak bukan sekadar membuka kantor cabang. Kami datang untuk ikut membangun ekonomi Lebak. Kami ingin agar semakin banyak dana masyarakat dapat dimobilisasi kembali untuk membiayai kegiatan ekonomi produktif di daerah ini, membantu pengusaha lokal berkembang, memperluas kepemilikan rumah, dan menciptakan kesempatan ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat," ujar Steve.
Realisasi pembiayaan hingga Rp800 miliar akan dilakukan secara bertahap. Steve menyebut penyaluran mempertimbangkan kebutuhan masyarakat, kelayakan pembiayaan, dan ketentuan perbankan yang berlaku.
Menurut Steve, Lebak punya potensi ekonomi di sektor perdagangan, pertanian, jasa, perumahan, dan UMKM. Potensi itu dinilai dapat dikembangkan melalui dukungan akses keuangan yang sesuai kebutuhan warga dan pelaku usaha.
"Nobu ingin menjadi mitra yang aktif dalam mengembangkan potensi tersebut. Kami tidak ingin hanya menghimpun tabungan masyarakat. Kami ingin dana tersebut juga bekerja untuk membangun perekonomian masyarakat Lebak," katanya.
Selain pembiayaan usaha dan kepemilikan rumah, Nobu Bank berencana mengembangkan layanan tabungan dengan bunga kompetitif, pembayaran digital, QRIS, pengelolaan transaksi usaha, serta layanan keuangan bagi masyarakat dan pelaku usaha.
Nobu Bank juga menyatakan kesiapan menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Lebak. Kerja sama itu mencakup efisiensi pembayaran dan penerimaan daerah, digitalisasi pelayanan publik, serta perluasan sistem pembayaran nontunai.
Di sektor usaha, Nobu Bank akan menggandeng pelaku UMKM melalui pembiayaan modal kerja, investasi usaha, dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi usaha yang memenuhi persyaratan program serta ketentuan yang berlaku.
Pengembangan konsep Regional Entrepreneur Banking di Kabupaten Lebak dipercayakan kepada Diana Jayabaya, Senior Managing Executive Regional Enterprise Banking Lebak. Diana menyatakan Nobu Bank ingin membangun hubungan jangka panjang dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, tokoh masyarakat, dan keluarga di Lebak.
"Lebak adalah daerah yang memiliki potensi besar dan masyarakat yang penuh semangat untuk maju. Kami ingin Nobu menjadi bank yang dekat dengan masyarakat, memahami kebutuhan mereka, dan secara aktif membantu mewujudkan peluang-peluang ekonomi. Kami ingin tumbuh bersama masyarakat Lebak," ujar Diana.
Pre-opening Kantor Cabang Nobu Bank Rangkasbitung dihadiri Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya, sejumlah pejabat Pemkab Lebak, tokoh masyarakat, dan pengusaha setempat.
"Kami menyambut baik kehadiran Nobu Bank yang membawa komitmen untuk ikut membangun perekonomian Kabupaten Lebak. Daerah kami membutuhkan semakin banyak lembaga keuangan yang tidak hanya menghimpun dana masyarakat, tetapi juga aktif menyalurkan pembiayaan untuk kegiatan usaha produktif, UMKM, perumahan, dan pengembangan ekonomi masyarakat," ujar Hasbi.
Hasbi berharap kehadiran Nobu Bank memperluas akses permodalan, mendorong pertumbuhan usaha lokal, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Lebak, lanjutnya, terbuka untuk membangun kerja sama dengan lembaga keuangan tersebut.
"Ketika ekonomi Lebak bertumbuh, masyarakat Lebak semakin sejahtera. Dan ketika masyarakat semakin sejahtera, Nobu juga akan bertumbuh bersama mereka," pungkas Diana.