Polda Banten Larang The Jakmania Datang ke BIS Saat Dewa United Vs Persija, Imbau Nobar di Rumah

Penulis: Vikri Alfandi  •  Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:47:01 WIB
Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol. Maruli Ahiles Hutapea menyampaikan imbauan menjelang pertandingan Dewa United vs Persija di BIS.

SERANG — Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol. Maruli Ahiles Hutapea menyampaikan imbauan itu secara resmi menjelang pertandingan di BIS. Sanksi Komdis PSSI berlaku selama setengah musim kompetisi BRI Super League 2026/2027.

Larangan kehadiran suporter tim tamu bukan kali pertama diterapkan di sepak bola nasional. Namun keputusan Polda Banten kali ini menempatkan BIS sebagai titik pengawasan utama pada laga akhir Oktober.

Enam Laga Tandang Tanpa Suporter untuk Persija

Hukuman yang diterima Persija Jakarta berupa larangan kehadiran suporter pada enam pertandingan tandang. Komdis PSSI menjatuhkan sanksi tersebut sebagai buntut insiden kerusuhan antarsuporter.

Kerusuhan melibatkan kelompok pendukung Persija dan Persita Tangerang. Insiden terjadi saat kedua tim bertanding di Banten International Stadium pada 17 Oktober 2026.

Maruli menegaskan kepatuhan terhadap sanksi menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan selama pertandingan berlangsung.

"Kami mengimbau kepada seluruh suporter Persija Jakarta, khususnya The Jakmania, untuk mematuhi dan menghormati sanksi yang telah ditetapkan oleh Komdis PSSI," tegas Maruli dalam keterangannya.

Nobar Jadi Jalur Dukungan yang Diizinkan

Suporter tetap bisa memberikan dukungan kepada Persija melalui kegiatan nonton bareng di tempat masing-masing. Polda Banten menekankan jalur itu sebagai pengganti kehadiran langsung di stadion.

Kepolisian juga meminta suporter tidak melakukan konvoi yang berpotensi mengganggu masyarakat. Mereka diimbau menghindari tindakan provokatif yang dapat memicu gesekan antarkelompok suporter.

"Silakan memberikan dukungan melalui kegiatan nonton bareng di tempat masing-masing. Kami mengajak seluruh pihak untuk tidak mudah terprovokasi, tidak melakukan konvoi yang dapat mengganggu ketertiban umum, serta menghindari tindakan yang dapat memicu kesalahpahaman maupun gesekan antarsuporter," kata Maruli.

Polisi Minta Suporter Bersikap Dewasa Saat Tim Kalah

Maruli menegaskan sepak bola semestinya menjadi sarana hiburan sekaligus pemersatu masyarakat. Menurutnya, pertandingan tidak boleh berubah menjadi pemicu perselisihan antarkelompok.

Ia mengajak seluruh suporter menunjukkan kedewasaan dalam memberikan dukungan, baik ketika tim meraih kemenangan maupun mengalami kekalahan.

"Jadikan sepak bola sebagai ajang mempererat persaudaraan. Menang atau kalah merupakan bagian dari pertandingan, tetapi menjaga persatuan, keselamatan, dan ketertiban merupakan tanggung jawab kita bersama. Mari kita tunjukkan bahwa suporter sepak bola Indonesia mampu memberikan dukungan secara dewasa, santun, dan sportif," pesannya.

Polda Banten berharap seluruh pihak menghormati keputusan Komdis PSSI dan menjaga suasana pertandingan tetap aman serta kondusif. Pengamanan di sekitar BIS akan diperketat pada laga Sabtu (31/10/2026) mendatang.

Reporter: Vikri Alfandi
Sumber: rmbanten.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top