BEKASI — Aksi penghijauan itu digelar bersama Kementerian Kehutanan Republik Indonesia dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Selain menanam, kegiatan diisi pemberian hadiah lomba inovasi pengelolaan sampah rumah tangga tingkat SMP dan SMA.
Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi Puspayani ikut turun menanam. Ia menyebut penanaman tahap awal dipusatkan di sepanjang kawasan Jati Cempaka, dari pinggir jalan tol hingga jembatan dan permukiman warga.
Koordinator Presidium Nasional Forhati Anita Ariyani menjelaskan, pemilihan bambu bukan tanpa alasan. Jenis tanaman itu merupakan permintaan camat dan lurah setempat agar penghijauan di Jati Cempaka berjalan sesuai kebutuhan wilayah.
Anita bersyukur penanaman 500 pohon bambu di kelurahan tersebut bisa terlaksana. Ia lantas mengimbau seluruh jajaran Forhati di wilayah dan daerah menginisiasi kegiatan serupa.
"Selain kegiatan ini, kami mengimbau seluruh Forhati di wilayah dan daerah agar dapat melaksanakan kegiatan penghijauan dengan menanam jenis pohon apa pun. Insyaallah, Forhati Nasional akan membantu agar kegiatan penghijauan tersebut dapat terealisasi," ujarnya.
Puspayani menegaskan Pemkot Bekasi tidak berhenti pada penanaman pohon. Persoalan pengelolaan sampah mendapat perhatian tersendiri, terutama agar sampah rumah tangga tidak seluruhnya berakhir di tempat pembuangan akhir.
Warga diajak membiasakan diri memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah. Menurut Puspayani, Kelurahan Jati Cempaka telah menerima bantuan mesin pengolahan sampah dari BRIN.
Mesin itu diharapkan mengoptimalkan pemanfaatan sampah organik menjadi pupuk. Dampaknya, volume sampah yang harus dibuang ke tempat pemrosesan akhir berkurang.
Rangkaian kegiatan di Jati Cempaka juga menyasar generasi muda. Lomba inovasi pengelolaan sampah rumah tangga diikuti pelajar SMP dan SMA, dengan hadiah bagi para pemenang.
Puspayani berharap kegiatan tersebut meningkatkan penghijauan sekaligus kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan. Forhati Nasional, pemerintah, dan warga menargetkan gerakan serupa terus berkembang menjadi kebiasaan sehari-hari.