Bahrul Ulum Pimpin IKA UIN SMH Banten Periode 2026-2031, Targetkan Data Base Alumni dan Hentikan Dualisme

Penulis: Wisnu Wardana  •  Senin, 18 Mei 2026 | 13:00:02 WIB
Bahrul Ulum resmi memimpin IKA UIN SMH Banten periode 2026-2031 dalam Munas di Serang.

SERANG — Bahrul Ulum resmi memimpin Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin (UIN SMH) Banten untuk lima tahun ke depan. Keputusan ini diambil dalam Musyawarah Nasional (Munas) yang digelar di Gedung Serba Guna DPRD Provinsi Banten, Sabtu (16/5/2026).

Awalnya, terdapat tiga kandidat yang maju: Udin Saparudin, Bahrul Ulum, dan Hidayatullah. Namun, Udin Saparudin memutuskan mundur dari kontestasi lebih awal. Dua nama tersisa kemudian melakukan musyawarah dan Hidayatullah menyusul mundur serta menyatakan dukungan penuh kepada Ulum.

Visi Inklusif Lintas Generasi

Ulum, yang kini menjabat Ketua DPRD Kabupaten Serang, membawa visi IKA UIN Banten yang inklusif lintas generasi. Ia ingin mengajak seluruh alumni, dari berbagai angkatan, berkontribusi pada kemajuan almamater.

"Almamater kita sudah bertransformasi dari IAIN SGD di Serang, STAIN, IAIN, UIN, tentu sudah banyak alumni yang sekarang berkiprah di berbagai sektor. Saya ingin menyatukan lintas generasi alumni untuk dapat berkontribusi terhadap almamater," kata Ulum dalam sambutannya.

Ia menegaskan bahwa organisasi ini bukan milik satu orang atau golongan, melainkan milik seluruh alumni dari lintas generasi. "Lintas generasi ini akan menjadi kunci untuk bagaimana kita berperan membesarkan almamater, bukan hanya tugas civitas akademika, akan tetapi menjadi tugas kita bersama," ujarnya.

Data Base dan Isu Dualisme

Salah satu pekerjaan rumah pertama yang diakui Ulum adalah masih banyaknya alumni yang belum terakomodir. Dalam waktu dekat, pihaknya akan menyusun data base alumni secara terperinci.

"Kita akan data setiap alumni, alamatnya, angkatannya, termasuk yang bersangkutan saat ini berkiprah di mana, supaya dapat terpetakan peran alumni dengan baik," papar alumni angkatan 1996 ini.

Mengenai isu dualisme kepengurusan IKA UIN Banten dan ketidakhadiran Rektor pada saat pemilihan, Ulum berjanji akan melakukan komunikasi intensif dengan seluruh pihak. "Saya ingin menyatukan seluruh kekuatan alumni, kami akan bangun komunikasi. Kita lakukan komunikasi pendekatan dengan yang sudah ter-SK kan dengan Rektor. Tidak boleh ada (dualisme) menyatukan seluruh kekuatan, bisa dipastikan satu," pungkasnya.

Di era kemajuan informasi teknologi, Ulum menilai para alumni harus mampu menyesuaikan diri dengan kemajuan zaman. Kolaborasi antaralumni menjadi kunci agar IKA UIN Banten bisa berperan lebih besar dalam membesarkan almamater.

Reporter: Wisnu Wardana
Sumber: titikkata.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top