BANTEN — Airlangga Hartarto dilantik oleh Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman di Aloft Hotels Jakarta Barat, Jumat (12/6). Kepengurusan baru ini langsung bergerak cepat dengan menyusun agenda pembinaan jangka pendek hingga panjang demi prestasi internasional.
Catatan wushu di panggung multicabang memang mentereng. Pada Asian Games Jakarta 2018, Lindswell Kwok menyumbang satu emas dari total satu emas, satu perak, dan dua perunggu. Capaian itu membantu Indonesia finis di peringkat keempat klasemen akhir.
Prestasi serupa terulang di Asian Games Hangzhou 2022 yang baru digelar September 2023. Haris Horatius menjadi penyumbang emas, plus dua perak dan dua perunggu. Wushu kembali menjadi bagian dari tujuh emas yang dibawa pulang kontingen Indonesia.
Airlangga sadar tantangan ke depan makin besar. Sejumlah atlet senior seperti Edgar Xavier Marvelo mulai memasuki masa transisi. Karena itu, PB WI mempercepat regenerasi dengan modal positif dari tim junior.
"Pengalaman merupakan hal yang sangat penting, dan juga mental serta motivasi. Jadi itulah yang menjadi tantangan bagi kami," ujar Airlangga.
Tim junior Indonesia baru saja membawa pulang 29 medali dari kejuaraan dunia junior. Nama Seraf Naro Patricia Geraldine disebut sebagai salah satu atlet pelapis yang dipersiapkan menuju level senior.
Menjelang Asian Games 2026, persiapan pelatnas terus berjalan meski pendanaan belum sepenuhnya tersedia. Airlangga memastikan persoalan itu akan dicarikan solusi. "Ya tetap kita carikan jalan keluar," katanya singkat.
Saat ditanya target jumlah medali, Airlangga justru menjawab lugas. "Tidak ada," ujarnya. Ia lebih fokus pada kesinambungan prestasi dibandingkan angka pasti.
Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman memberikan apresiasi atas konsistensi wushu Indonesia di berbagai ajang internasional. Ia menyinggung keberhasilan Indonesia menjadi juara umum SEA Games 2025 dan medali emas di kejuaraan dunia.
"Besar harapan saya pada Asian Games yang akan datang, Wushu kembali menjadi cabang olahraga yang memberikan medali emas kepada Indonesia," kata Marciano.
Catatan positif lain datang dari Kejuaraan Dunia Junior Wushu 2026 di Tianjin, Tiongkok. Indonesia menempati peringkat ketiga dengan total 27 medali: 9 emas, 11 perak, dan 7 perunggu. Modal ini menjadi fondasi untuk menjaga tradisi emas di Nagoya nanti.