TANGERANG — Pemerintah Kota Tangerang menerbitkan Surat Edaran Nomor 12826 Tahun 2026 tentang pelaksanaan gerakan ayah mengambil rapor ke sekolah. Imbauan ini menyasar seluruh ASN pria yang memiliki anak di jenjang PAUD, SMP, hingga SMA/SMK.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Tangerang Mulyani mengatakan, kehadiran ayah saat pembagian rapor bukan sekadar soal nilai akademik. “Momen pembagian rapor sekolah bukan sekadar tentang nilai akademik anak. Kehadiran orang tua, khususnya ayah menjadi bentuk dukungan emosional yang dapat meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri anak dalam belajar,” kata Mulyani di Tangerang, Senin.
Menurut Mulyani, gerakan ini merupakan tindak lanjut dari surat Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga serta BKKBN Perwakilan Banten. Pemkot ingin mengubah paradigma bahwa peran ayah tidak hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga pendamping tumbuh kembang anak yang aktif dalam proses pendidikan.
“Peran ayah tidak hanya sebatas sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai pendamping tumbuh kembang anak yang aktif terlibat dalam proses pendidikan,” tambahnya.
Wali Kota Tangerang telah memberikan dukungan penuh terhadap kebijakan ini. Instruksi khusus diberikan agar jam tugas kedinasan bagi ASN pria yang hendak mengambil rapor anaknya dapat disesuaikan. “Atas instruksi ini, Wali Kota Tangerang pun telah memberikan dukungan dengan melakukan penyesuaian waktu pelaksanaan tugas kedinasan bagi ASN pria yang akan mengambil rapor anaknya,” jelas Mulyani.
Dengan kebijakan ini, ASN diharapkan menjadi teladan dalam membangun budaya pengasuhan positif di tengah masyarakat. Kehadiran ayah di sekolah juga diharapkan memperkuat komunikasi dengan pihak sekolah terkait perkembangan akademik, karakter, dan potensi anak.
Pemkot Tangerang menekankan bahwa gerakan ini tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Target jangka panjangnya adalah menjadikan keterlibatan ayah dalam pendidikan sebagai budaya positif dalam keluarga.
“Dengan keterlibatan ayah yang semakin kuat, diharapkan lahir generasi yang sehat, cerdas, berkarakter dan berdaya saing,” ujar Mulyani.