BANTEN — Hasil penelitian yang dipimpin Dr. Pham Van Tien dari Institut Ilmu Bumi itu memberikan dasar ilmiah untuk menilai risiko, memprediksi, dan memperingatkan dini bencana tanah longsor. Temuan ini menjadi krusial mengingat dalam beberapa tahun terakhir, tanah longsor di Vietnam semakin kompleks dengan skala lebih besar dan area terdampak lebih luas.
Menurut data yang dihimpun tim peneliti, banyak tanah longsor kini terjadi secara bersamaan di area yang luas. Fenomena ini menciptakan ratusan hingga ribuan titik longsor hanya dalam beberapa jam. Tidak hanya menyebabkan kerusakan langsung, longsor juga memicu reaksi berantai seperti longsor lumpur, banjir bandang, penyumbatan bendungan sementara, hingga banjir bandang akibat jebolnya bendungan.
Curah hujan tinggi menjadi pemicu paling umum karena air hujan mengurangi stabilitas tanah. Di Vietnam, daerah pegunungan di wilayah Utara, Tengah, dan Dataran Tinggi Tengah menjadi wilayah paling rawan, terutama selama musim hujan dengan intensitas curah hujan tinggi yang berkepanjangan.
Dr. Pham Van Tien dan timnya melakukan lebih dari 20 survei di daerah terdampak tanah longsor. Banyak di antaranya dilakukan segera setelah bencana ketika lokasi masih tidak stabil dan tanah atau batuan masih bisa bergeser. Salah satu contoh paling ekstrem adalah survei bencana longsor di Lang Nu, Lao Cai.
Di lokasi tersebut, aliran tanah dan batuan yang berasal dari longsor di Gunung Con Voi menyebabkan kerusakan sangat parah. Tim peneliti mencatat peristiwa itu bahkan menghasilkan gempa bumi kecil dengan getaran lokal yang berlangsung hampir tiga menit.
"Bencana alam baru-baru ini telah mencatat banyak jenis tanah longsor dengan skala, mekanisme, dan karakteristik pergerakan yang berbeda," ujar Dr. Pham Van Tien dalam pernyataan resmi Akademi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vietnam. "Terutama, beberapa jenis tanah longsor memiliki daya hancur yang sangat besar, seperti tanah longsor massal di area yang luas, longsoran batuan skala besar, dan tanah longsor tipe aliran."
Penelitian ini berawal dari studi pascadoktoral Dr. Tien tentang mekanisme pembentukan dan penilaian dampak bencana tanah longsor pada struktur waduk dan bendungan. Data lapangan yang dikombinasikan dengan analisis citra penginderaan jauh menunjukkan bahwa tanah longsor massal di area luas semakin umum terjadi dengan berbagai bentuk kerusakan.
Menurut tim peneliti, pengamatan langsung dan pencatatan jejak di lokasi kejadian menjadi sumber data paling berharga. Banyak tanda penting yang cepat menghilang setelah bencana alam, sehingga survei segera pascabencana menjadi langkah kritis yang kerap diabaikan.
Dr. Tien berkolaborasi dengan Assoc. Prof. Dr. Vu Cao Minh untuk melakukan survei mendalam guna mengklarifikasi mekanisme dan dinamika tanah longsor dalam kondisi curah hujan ekstrem. Penelitian ini juga merupakan bagian dari proyek sistem peringatan dini terpadu tingkat desa untuk bahaya tanah longsor, banjir lumpur, dan banjir bandang yang melibatkan partisipasi masyarakat di beberapa daerah pegunungan utama Vietnam Utara.
Sistem klasifikasi berbasis standar internasional yang diusulkan tim peneliti diharapkan menjadi acuan bagi pemerintah Vietnam dalam menyusun kebijakan mitigasi bencana yang lebih terukur. Tanpa klasifikasi yang jelas, penilaian risiko dan peramalan bencana selama ini menghadapi kendala serius.