KNPI dan Dispora Lebak Gelar Pelatihan Wirausaha 3 Hari untuk Cetak 40 Pemuda Mandiri

Penulis: Yoga Permadi  •  Senin, 29 Juni 2026 | 17:50:01 WIB
Peserta pelatihan kewirausahaan KNPI dan Dispora Lebak mengikuti sesi pembekalan selama tiga hari.

LEBAK — KNPI Kabupaten Lebak dan Dispora Kabupaten Lebak tidak lagi sekadar menggelar seminar motivasi. Mereka merancang pelatihan kewirausahaan selama tiga hari penuh, dari 28 hingga 30 Juni 2026, dengan materi yang menyentuh pola pikir hingga manajemen usaha.

Puluhan peserta dari berbagai organisasi kepemudaan dan komunitas di Lebak mengikuti sesi pengembangan kapasitas, membaca peluang usaha, hingga motivasi untuk memulai bisnis. Program ini menjadi salah satu respons terhadap tantangan ekonomi yang dihadapi generasi muda di daerah.

Materi yang Disiapkan: Dari Pola Pikir hingga Manajemen Usaha

Kepala Bidang Pemuda Dispora Kabupaten Lebak, Benu, mengatakan pelatihan dirancang agar peserta tidak hanya mendapat teori. Mereka diajak membangun kepercayaan diri untuk memulai usaha, sekecil apa pun.

“Kami ingin peserta memiliki kepercayaan diri untuk memulai usaha, sekecil apa pun. Harapannya, semakin banyak pemuda Lebak yang mandiri secara ekonomi dan mampu menjadi penggerak pembangunan di lingkungannya,” ujar Benu dalam siaran pers yang diterima Fakta Banten, Senin (29/6/2026).

Materi yang diberikan mencakup cara membaca peluang pasar, mengelola keuangan sederhana, hingga strategi pemasaran produk lokal. Peserta juga mendapat simulasi penyusunan rencana bisnis.

KNPI: Pemuda Harus Jadi Pencipta Lapangan Kerja, Bukan Pencari

Ketua KNPI Kabupaten Lebak, Cucu Komarudin, menegaskan bahwa kolaborasi dengan pemerintah daerah merupakan langkah strategis. Menurutnya, pembangunan daerah tidak bisa hanya bertumpu pada infrastruktur fisik.

“KNPI memandang bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada infrastruktur, tetapi juga pada kualitas manusianya. Karena itu kami menyambut baik sinergi bersama Dispora dalam menciptakan ruang pembelajaran bagi para pemuda agar memiliki keterampilan, keberanian berinovasi, dan semangat membangun usaha mandiri,” kata Cucu.

Ia menambahkan, pemuda saat ini dituntut mampu beradaptasi terhadap perubahan ekonomi dan teknologi. “Kami ingin melahirkan pemuda yang tidak hanya siap mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan,” ujarnya.

Dispora: Pelatihan Bukan Sekadar Seremonial, Harus Berdampak Nyata

Kepala Dispora Kabupaten Lebak, Octavianto Arief Ahmad, menekankan bahwa pengembangan sumber daya manusia pemuda merupakan investasi jangka panjang. Menurutnya, potensi daerah seperti pertanian, perikanan, dan kerajinan lokal bisa menjadi peluang ekonomi jika digarap dengan serius.

“Kami berharap peserta tidak berhenti pada kegiatan pelatihan saja. Ilmu yang diperoleh harus menjadi bekal untuk membangun usaha, mengembangkan inovasi, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ungkap Octavianto.

Ia menilai kolaborasi dengan KNPI menjadi contoh sinergi yang baik dalam menghadirkan program pembinaan yang menyentuh kebutuhan pemuda secara langsung. Dispora berencana melanjutkan program serupa secara berkala, disesuaikan dengan perkembangan dunia usaha.

Melalui kegiatan ini, semangat “Prabu Pemuda Ruhay Adaptif Berkontribusi” diharapkan mendorong generasi muda Lebak untuk terus berkarya dan mengambil peran aktif dalam pembangunan daerah melalui kewirausahaan.

Reporter: Yoga Permadi
Sumber: faktabanten.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top