TANGERANG — BNPB memastikan operasi pemadaman kebakaran TPA Jatiwaringin tidak hanya mengandalkan kekuatan darat. Kepala BNPB Suharyanto di Jakarta, Rabu, langsung menginstruksikan pengerahan armada udara untuk mempercepat pengendalian titik api yang dilaporkan terus merambat ke area lain di lokasi pembuangan sampah tersebut.
"Kita datangkan dua helikopter water bombing dan jika diperlukan dilakukan operasi modifikasi cuaca untuk mendukung penanganan darurat di lapangan," kata Suharyanto.
Menindaklanjuti arahan tersebut, satu unit helikopter jenis MI-8AMT berkapasitas 4.000 liter langsung direposisi dari Provinsi Jambi menuju wilayah Tangerang. Helikopter ini akan melakukan penyiraman air secara masif dari udara untuk menjangkau titik api yang tidak bisa diakses oleh mobil pemadam kebakaran.
Kendala utama di lapangan adalah sulitnya menjangkau puncak tumpukan sampah yang menjadi lokasi sumber api. Hembusan angin kencang dan cuaca panas ekstrem membuat material sampah kering menjadi sangat mudah terbakar dan cepat menjalar ke area lain.
Sementara operasi udara berlangsung, tim gabungan di darat secara paralel terus menyiagakan sedikitnya 10 unit mobil pemadam kebakaran. Tugas utama mereka adalah menyekat laju perambatan api agar tidak meluas ke permukiman warga yang berada di sekitar lokasi TPA.
Kebakaran yang telah berlangsung lebih dari 24 jam ini berdampak langsung pada aspek sosial. Sebanyak lima kepala keluarga terpaksa mengungsi ke Balai Desa Tanjakan Mekar karena khawatir terhadap kepulan asap yang pekat dan berbahaya bagi kesehatan.
BNPB bersama dinas kesehatan setempat telah mendistribusikan masker kepada warga di sekitar lokasi kebakaran. Selain itu, posko layanan medis darurat juga disiagakan untuk mengantisipasi risiko gangguan pernapasan atau Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang bisa dialami oleh warga terdampak.
Meskipun lokasi kebakaran TPA Jatiwaringin hanya berjarak sekitar 12 kilometer dari landasan pacu Bandara Internasional Soekarno-Hatta, pihak otoritas bandara memastikan operasional aktivitas penerbangan sejauh ini masih berjalan normal dan tidak terganggu oleh asap kebakaran.