TANGERANG — Memasuki hari kedelapan penanganan kebakaran di TPA Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid memastikan tidak ada penghentian pengangkutan sampah dari permukiman warga. Pemerintah daerah telah menyiapkan lahan baru seluas dua hektare sebagai lokasi penampungan sementara.
"Pembuangan sampah yang dari wilayah-wilayah Kabupaten Tangerang sampai saat ini masih tetap normal. Kami sudah siapkan ada lahan dua hektare untuk ditempati sementara," kata Bupati Maesyal di Tangerang, Selasa.
Bupati menegaskan bahwa penggunaan lahan tersebut bersifat darurat. Setelah api berhasil dipadamkan dan TPA Jatiwaringin kembali berfungsi, area penampungan sementara akan dibersihkan dan dikembalikan ke kondisi awal. Rencana jangka panjangnya, Pemkab Tangerang tengah menyiapkan proyek pengolahan sampah berbasis teknologi modern yang akan mengonversi sampah menjadi energi listrik.
"Tapi kalau misalkan nanti ini sudah selesai, lahan tersebut akan kami normalkan lagi, kami bersihkan lagi dan sampah sudah disiapkan di tempat-tempat yang harus menyongsong pengolahan sampah energi listrik," ucapnya.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa tahapan pemadaman kebakaran di TPA Jatiwaringin pada Selasa (7/1) telah mencapai 50 persen dari total lahan terdampak seluas 18 hektare. Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB Brigjen TNI Djohan Darmawan menyebutkan area yang sudah bersih dari api mencapai 70 persen.
"Ini kemarin saya laporkan 45 persen. Dan saat ini sudah hampir 50 persen lahan kebakaran kita kendalikan. Karena kita sudah menyasar ke arah barat TPA Jatiwaringin," kata Djohan.
Proses pemadaman terkendala oleh kondisi geografis gunungan sampah yang curam serta material terbakar yang kompleks, seperti plastik dan pecahan kaca. Alat berat seperti buldoser dan ekskavator dikerahkan untuk menguraikan tumpukan sampah yang masih mengeluarkan asap.
"Untuk menjangkau area tengah dan puncak gunungan sampah yang sulit diakses oleh armada darat, Pemkab Tangerang mengandalkan bantuan helikopter water bombing dari BNPB yang telah beroperasi selama lima hari terakhir," jelas Bupati Maesyal.
Ia juga mengapresiasi kerja keras tim Manggala Agni yang langsung bergerak sejak Rabu (1/1) malam dan terus bekerja tanpa henti di lokasi. "Lokasinya itu fluktuasi, tidak ada yang datar, langsung naik. Jadi ini luar biasa dari Manggala Agni," paparnya.
Bupati Maesyal mengungkapkan bahwa insiden kebakaran ini justru memperkuat urgensi realisasi proyek strategis pengolahan sampah berbasis teknologi modern. Ia mengaku telah berkoordinasi dengan Gubernur Banten, Menteri Lingkungan Hidup, hingga Menteri Koordinator Bidang Pangan untuk memastikan Kabupaten Tangerang menjadi salah satu lokus proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik.
"Saya sudah beberapa kali rapat dengan gubernur, Menteri LH, juga Menko Pangan. Alhamdulillah, Kabupaten Tangerang salah satu lokus yang akan dijadikan sebagai tempat pengolahan sampah berbasis atau menjadi energi listrik," tuturnya.