TANGERANG — Sebanyak 100 warga dari kategori Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) mulai mengikuti pelatihan tata boga yang digelar Dinas Sosial Kota Tangerang. Pelatihan dibagi dalam dua gelombang, yakni 7 hingga 9 Juli dan 14 hingga 16 Juli 2026, bertempat di SMKN 3 Kota Tangerang.
Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang Acep Wahyudi mengungkapkan, dari total 229 pendaftar yang mengikuti seleksi, hanya 100 peserta yang terpilih. Menurutnya, tata boga dipilih karena dinilai memiliki peluang usaha yang besar dan mudah dijalankan oleh masyarakat.
"Setelah pelatihan selesai, peserta akan tetap kami dampingi. Bahkan, bagi yang ingin mengembangkan usahanya dapat mengajukan bantuan modal sesuai ketentuan yang berlaku," jelas Acep.
Wali Kota Tangerang Sachrudin menegaskan, pelatihan keterampilan merupakan bentuk komitmen Pemkot dalam meningkatkan kapasitas masyarakat, bukan sekadar memberikan bantuan langsung. Ia menyebut program ini sebagai bekal agar warga bisa mandiri secara ekonomi.
“Melalui pelatihan ini kita ingin memberikan bekal kepada masyarakat agar memiliki kemampuan, membuka peluang usaha, dan menjadi lebih mandiri. Kita berikan kailnya sehingga masyarakat bisa meningkatkan kesejahteraan keluarganya,” ujar Sachrudin.
Kepala SMKN 3 Kota Tangerang Sri Sulastri berharap, pelatihan ini mampu melahirkan pelaku usaha baru yang memperkuat perekonomian warga. Sekolah menyediakan sarana dan prasarana praktik, sementara instruktur didatangkan dari Indonesian Chef Association.
Acep Wahyudi menambahkan, hasil pelatihan serupa sebelumnya sudah melahirkan peserta yang berhasil membuka usaha aneka roti. Ia optimistis peserta angkatan kali ini bisa mengikuti jejak tersebut.