TANGERANG — Sebanyak puluhan pelajar dari tingkat SD, SMP, hingga SMA turut serta dalam Festival Kampung Budaya Kemuning yang berlangsung di Desa Kemuning, Kecamatan Legok. Kegiatan ini menjadi salah satu program unggulan Pemkab Tangerang dalam memperkenalkan kembali nilai-nilai kearifan lokal kepada anak muda.
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menyebut festival ini bukan sekadar pameran, melainkan ruang belajar langsung bagi siswa. "Alhamdulillah, hari ini kami bisa hadir pada Festival Kampung Budaya Kemuning. Salah satu kegiatannya adalah terkait dengan kerajinan batik, kerajinan anyaman, termasuk juga UMKM," ujarnya.
Dalam festival tersebut, para peserta tidak hanya melihat produk jadi, tetapi juga mempraktikkan langsung proses pembuatan batik dan anyaman. Menurut Maesyal, metode ini dipilih agar anak-anak lebih mudah menyerap keterampilan berbasis budaya.
"Dari sini mereka bisa mengenal, mengetahui, dan langsung praktik mengelola potensi lokal untuk kepentingan ekonomi keluarga maupun daerah," ungkap bupati.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini juga dimeriahkan oleh puluhan stan UMKM yang menjajakan produk kerajinan khas Tangerang. Para pengunjung, termasuk warga sekitar, bisa membeli langsung hasil karya pengrajin lokal.
Ketua Balai Adat Keariaan Tangerang, Rd. Ali Akipin, mengapresiasi dukungan Pemkab Tangerang dalam penyelenggaraan festival ini. Ia berharap kegiatan serupa bisa terus digelar secara rutin.
"Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu. Semoga ilmu yang didapat pada kegiatan ini bisa bermanfaat dan mudah-mudahan membatik bisa menjadi alternatif usaha ke depan," kata Ali.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para pelaku UMKM yang telah berpartisipasi. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, balai adat, dan masyarakat menjadi kunci keberlanjutan Kampung Budaya Kemuning sebagai pusat pelestarian budaya sekaligus penggerak ekonomi kreatif.
Pemkab Tangerang berharap festival ini mampu memperkuat identitas daerah sekaligus menciptakan ekosistem budaya yang produktif. Sinergi antara perangkat daerah, pemerintah kecamatan, hingga desa terus didorong agar Kampung Budaya Kemuning tidak berhenti sebagai acara tahunan.
Ke depan, Pemkab menargetkan agar setiap kecamatan di Kabupaten Tangerang memiliki ruang budaya serupa. Langkah ini dinilai strategis untuk menjaga warisan lokal di tengah derasnya arus modernisasi.