BANTEN — Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, membenarkan proses pengambilalihan tersebut. Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari strategi integrasi hulu-migir Pertamina di wilayah kerja Rokan.
PLTG North Duri Cogen selama ini menjadi sumber listrik utama bagi seluruh aktivitas produksi minyak dan gas di Blok Rokan. Tanpa pasokan listrik yang andal, operasi pengeboran dan pengolahan minyak di wilayah tersebut bisa terhambat.
Dengan diambil alihnya aset ini, PHR tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pihak ketiga untuk kebutuhan kelistrikan. Hal ini dinilai mampu menekan biaya operasional jangka panjang dan meningkatkan efisiensi produksi.
Meski nilai transaksi akuisisi ini belum diungkap secara resmi, sumber di lingkungan Kementerian BUMN menyebutkan proses pengalihan aset berjalan lancar. PLTG North Duri Cogen memiliki kapasitas terpasang yang cukup besar untuk mendukung kebutuhan listrik di area operasi PHR.
PLN MCTN sendiri merupakan anak usaha PT PLN (Persero) yang khusus mengelola pembangkit listrik untuk kawasan industri dan migas. Dengan pengalihan ini, PLN fokus pada pengembangan jaringan kelistrikan untuk masyarakat umum.
Blok Rokan menyumbang sekitar seperempat dari total produksi minyak nasional. Gangguan pasokan listrik di blok ini bisa berdampak langsung pada target produksi minyak yang ditetapkan pemerintah.
Dengan kepemilikan penuh atas pembangkit listrik, PHR dapat mengatur jadwal pemeliharaan dan pengoperasian secara mandiri. Hal ini diyakini akan mengurangi risiko downtime yang selama ini kerap terjadi akibat koordinasi dengan pemilik pembangkit sebelumnya.
Laode menambahkan, pengambilalihan ini sejalan dengan arahan Presiden untuk memperkuat kemandirian energi nasional. "Ke depan, Pertamina harus bisa mengelola seluruh rantai pasok energinya sendiri, dari hulu hingga ke pembangkit listrik," ujarnya dalam sambutan usai penandatanganan akta pengalihan.
Langkah ini juga menjadi preseden bagi pengelolaan blok migas lain di Indonesia. Jika sukses, model integrasi pembangkit listrik ini bisa diterapkan di wilayah kerja Pertamina lainnya, seperti Blok Mahakam atau Blok Masela.