CILEGON — Capaian imunisasi anak sekolah di Kota Cilegon pada 2025 hanya mencapai 86,82 persen, turun drastis dari 99,44 persen pada 2024. Dinkes setempat menyebut angka tersebut masih di bawah target nasional yang mendekati 100 persen.
Hasil evaluasi menunjukkan Kecamatan Cilegon dan Kecamatan Grogol menjadi wilayah yang paling tertinggal. Cakupan imunisasi di Kecamatan Cilegon baru sekitar 72 persen, sementara Grogol hanya 71 persen. Keduanya masih jauh dari target minimal 85 persen.
“Wilayah yang masih merah itu Kecamatan Cilegon dan Grogol. Cilegon baru sekitar 72 persen dan Grogol 71 persen, masih di bawah target minimal 85 persen,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Cilegon, drg. Ratih Purnamasari, Selasa (28/7/2026).
Di tengah tren penurunan, Dinkes mencatat sejumlah capaian positif. Sebanyak 18 sekolah berhasil mengimunisasi seluruh siswanya. Sebagian besar sekolah tersebut berada di Kecamatan Pulomerak, sebagian lainnya di Grogol dan Citangkil Baru.
“Ini membanggakan. Anak-anak di sekolah tersebut seluruhnya mendapatkan imunisasi BIAS,” kata Ratih.
Pada pelaksanaan BIAS tahap pertama Agustus 2026, Dinkes menargetkan 16.771 anak sekolah. Imunisasi Measles Rubella (MR) akan diberikan kepada siswa kelas 1 sekolah dasar untuk mencegah campak dan rubella. Sementara imunisasi Human Papillomavirus (HPV) diberikan kepada siswi kelas 5 dan 6 SD serta kelas 9 SMP untuk mencegah kanker leher rahim.
Ratih menegaskan bahwa imunisasi merupakan hak dasar anak yang wajib dipenuhi. Untuk mengejar target nasional, Dinkes akan memperkuat koordinasi dengan Puskesmas, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, kecamatan, kelurahan, hingga Kementerian Agama.
“Anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi harus kita dapatkan dan kita kejar agar tahun ini bisa memperoleh hak imunisasinya,” tegasnya.
Rapat koordinasi difokuskan pada pembagian tugas pendataan dan penjangkauan anak-anak yang belum terlayani. Dinkes menargetkan seluruh sasaran imunisasi dapat tercapai pada akhir tahun 2026.