BANTEN — Presiden Prabowo Subianto bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam pengukuhan Sarjana Terapan Ilmu Pemerintahan IPDN Angkatan XXXIII Tahun 2026. Ia didampingi oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di Lapangan Parade Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Dalam upacara tersebut, Prabowo menerima langsung tiga lulusan terbaik yang meraih penghargaan khusus. Aji Bayu Ramadhan, putra dari Winoto Hadi yang bekerja sebagai buruh bangunan, menerima penghargaan Kartika Astha Bratha. Penghargaan Sapta Abdi Praja diberikan kepada Charina Anggie Simbolon, anak dari Peltu TNI Marisi Mangapul Simbolon, serta Mohamad Toriq Anwar, yang merupakan anak dari petani bernama Wartoyo.
Ketiganya kemudian mendapat penyematan tanda pangkat secara simbolis dari Presiden Prabowo di atas panggung. Prosesi ini menandai awal tugas mereka sebagai aparatur sipil negara di berbagai daerah.
Setelah penyematan, Presiden memimpin pembacaan ikrar yang diikuti oleh seluruh Pamong Praja Muda. "Bahwa saya akan melaksanakan tugas pemerintahan dengan sebaik-baiknya. Setia dan menjadi perekat Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945," ujar Prabowo.
"Bahwa saya siap berkorban jiwa raga untuk kepentingan negara, bangsa dan masyarakat. Bahwa saya akan setia melayani, mengabdi dan menjadi tauladan kepada masyarakat," imbuhnya dalam kesempatan yang sama.
Pelantikan kali ini menarik perhatian karena tiga lulusan terbaik berasal dari keluarga dengan latar belakang ekonomi kelas pekerja. Aji Bayu Ramadhan—anak buruh bangunan, Charina—anak anggota TNI aktif, dan Mohamad Toriq—anak petani. Pola ini menunjukkan bahwa rekrutmen dan pembinaan di IPDN mampu menjaring bakat dari berbagai lapisan masyarakat, bukan hanya dari kalangan birokrat atau elite.
IPDN selama ini menjadi salah satu jalur utama mencetak calon pamong praja yang akan ditempatkan di seluruh Indonesia. Dengan latar belakang beragam, diharapkan para lulusan mampu memahami kondisi riil masyarakat yang mereka layani nantinya.
Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di tengah cuaca cerah di area kampus Jatinangor. Ribuan praja dan keluarga yang hadir menyaksikan langsung momen pengukuhan tersebut. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah mengenai penempatan awal dari 1.204 Pamong Praja Muda yang baru dilantik.