BANTEN — BAIC Indonesia akhirnya membuka harga mobil listrik perdananya, T1, di ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Harga retail ditetapkan Rp393 juta. Namun, pabrikan asal China ini memberikan potongan Rp20 juta khusus bagi seribu pemesan pertama. Strategi ini menjadi pintu masuk BAIC ke pasar elektrifikasi Tanah Air.
Chief Operating Officer BAIC Indonesia, Dhani Yahya, menyatakan T1 menjadi bagian dari strategi besar perusahaan memperkuat portofolio elektrifikasi. Sebelumnya, BAIC telah menjual BJ40 Plus, X55 II, dan BJ30 HEV yang menyumbang lebih dari separuh penjualan merek tersebut.
“Kehadiran BAIC T1 menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas pilihan kendaraan elektrifikasi sekaligus memperkuat posisi BAIC di Indonesia,” ujar Dhani dalam rilis resmi. BAIC membidik pangsa pasar 16% di segmen yang mereka incar. Perusahaan menargetkan penjualan 1.000 unit T1 hingga akhir 2026.
Selain harga khusus T1, BAIC Indonesia menghadirkan sejumlah program selama pameran. Konsumen bisa mendapatkan potongan harga kendaraan hingga Rp91 juta. Tersedia juga diskon aksesoris orisinal 25% dan diskon merchandise orisinal 34%.
Setiap pembeli yang melakukan Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) untuk semua model BAIC selama GIIAS otomatis masuk undian berhadiah satu unit BAIC T1. Uang muka pun ringan, mulai 15%. BAIC menargetkan 400 unit kendaraan terjual sepanjang pameran, dengan separuhnya berasal dari T1.
BAIC membekali T1 dengan paket purna jual panjang untuk menenangkan konsumen. Setiap unit mendapatkan garansi kendaraan 6 tahun atau 160.000 km. Garansi baterai mencapai 8 tahun atau 160.000 km, serta gratis servis 4 tahun atau 80.000 km.
Untuk pembelian selama GIIAS, konsumen juga mendapat gratis dashcam dan portable charger. Sementara untuk wall charger 7 kW, BAIC menawarkan harga khusus Rp8.715.300, sudah termasuk produk, material, dan grounding. Dengan kombinasi harga spesial dan garansi panjang, BAIC berharap T1 bisa bersaing di segmen crossover listrik Indonesia.