Waymo Kembali Operasikan Robotaxi di Jalan Tol Phoenix, Disusul Los Angeles dan San Francisco

Penulis: Vikri Alfandi  •  Kamis, 30 Juli 2026 | 01:02:31 WIB
Waymo melanjutkan operasi robotaxi di jalan tol Phoenix setelah jeda akibat kegagalan perangkat lunak di zona konstruksi.

BANTEN — Waymo secara resmi melanjutkan operasi kendaraan otonomnya di jalan tol di seluruh area layanan, termasuk wilayah yang sedang ada konstruksi. Pengumuman ini disampaikan melalui akun X (sebelumnya Twitter) perusahaan pada Rabu lalu, menandai berakhirnya jeda yang dimulai pada Mei 2025 lalu.

Seorang juru bicara Waymo mengonfirmasi kepada TechCrunch bahwa pembukaan rute tol dimulai dari Phoenix—pasar pertama layanan ride-hailing tanpa pengemudi mereka. Los Angeles dan San Francisco Bay Area akan menyusul dalam waktu dekat.

Penyebab Jeda: Software Gagal Baca Zona Konstruksi

Layanan tol Waymo sempat dihentikan total setelah perusahaan menemukan pola kegagalan sistem di area konstruksi. Dalam dokumen yang diajukan ke National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) pada Juni 2025, Waymo secara sukarela menarik hampir 4.000 unit robotaxi-nya.

Penarikan itu dipicu oleh setidaknya 13 insiden di mana kendaraan otonom Waymo memasuki ruas jalan tol yang sedang ditutup untuk proyek konstruksi. Waymo memastikan tidak ada korban luka atau tabrakan dalam kejadian tersebut, namun langkah restriksi dinilai perlu untuk keselamatan.

"Kami melanjutkan operasi tol di seluruh area layanan setelah menerapkan pembaruan perangkat lunak yang dirancang untuk meningkatkan performa di sekitar zona konstruksi," tulis Waymo dalam pernyataan email resmi.

Pembaruan Software: Scene Recognition dan Routing Lebih Akurat

Waymo menjelaskan bahwa pembaruan perangkat lunak terbaru berfokus pada dua aspek utama: pengenalan adegan (scene recognition) dan perutean (routing). Kedua fitur ini memungkinkan robotaxi membaca marka jalan sementara, rambu proyek, dan perubahan jalur secara real-time.

Peningkatan ini menjadi krusial karena sebelumnya sistem gagal membedakan antara jalur tol aktif dan jalur yang ditutup untuk konstruksi. Waymo menyebut insiden konstruksi ini sebagai "technical learnings" yang langsung diintegrasikan ke dalam algoritma kendaraan.

Ini adalah penarikan (recall) keenam yang dilakukan Waymo. Sebelumnya, perusahaan juga merilis perbaikan software setelah robotaxi-nya nekat melintasi jalan tergenang banjir dan melanggar aturan lalu lintas di sekitar bus sekolah.

Konteks Regulasi: Tekanan Federal Makin Ketat

Kembalinya Waymo ke jalan tol terjadi di tengah pengawasan ketat dari regulator dan legislator AS terhadap operator kendaraan otonom. Pekan lalu, Anggota DPR AS Kevin Mullin (D-Calif.) mengusulkan RUU yang akan mewajibkan regulator federal menetapkan standar keselamatan nasional minimum untuk operator kendaraan otonom.

Usulan ini muncul setelah serangkaian insiden di mana kendaraan otonom menghalangi ambulans dan mobil pemadam kebakaran, memasuki lokasi kejadian perkara (TKP) yang aktif, serta gagal mengenali kerucut lalu lintas dan suar peringatan.

Waymo sendiri mulai menawarkan perjalanan menggunakan tol di San Francisco, Phoenix, dan Los Angeles pada November 2025. Ekspansi ini merupakan langkah kritis untuk menarik lebih banyak penumpang dengan waktu tempuh yang lebih singkat, terutama akses cepat ke bandara. Layanan tol kemudian diperluas ke Miami.

Popularitas rute tol langsung terlihat. Ketika layanan tiba-tiba lenyap pada Mei 2025, banyak pengguna mengeluh di media sosial dan bertanya-tanya apa yang terjadi. Waymo saat itu hanya menyebut sedang mengintegrasikan "pembelajaran teknis terbaru" ke dalam perangkat lunak.

Dengan pembaruan yang sudah dirilis, Waymo berharap kepercayaan publik dan regulator dapat pulih, terutama di tengah iklim regulasi yang kian sensitif terhadap keselamatan kendaraan tanpa pengemudi.

Reporter: Vikri Alfandi
Sumber: techcrunch.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top