European Leagues Tolak Rencana FIFA Jual Saham Piala Dunia, Sebut Langkah Infantio Ceroboh

Penulis: Zainul Arifin  •  Kamis, 30 Juli 2026 | 03:21:32 WIB
Presiden European Leagues, Claudius Schafer, menyampaikan pernyataan resmi menolak rencana FIFA menjual saham Piala Dunia.

BANTEN — Penolakan keras ini disampaikan langsung oleh Presiden European Leagues, Claudius Schafer, dalam pernyataan resmi pada Kamis. Schafer menegaskan bahwa Piala Dunia bukanlah aset pribadi presiden FIFA yang bisa diperjualbelikan seenaknya.

"Bukan Aset Pribadi yang Bisa Dijual-Beli"

Menurut Schafer, nilai Piala Dunia dibangun setiap hari oleh liga-liga domestik, klub, pemain, dan suporter. Namun, seluruh pihak itu justru tidak dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan soal rencana penjualan saham tersebut.

"Para pemimpin sepak bola yang bertanggung jawab memiliki kewajiban untuk bersatu menentang proposal ini," tegas Schafer dalam pernyataan resmi European Leagues, Kamis (20/2). "Bukan hanya demi sepak bola saat ini, tetapi juga demi generasi pemain dan suporter di masa depan."

FIFA Dinilai Ceroboh dan Tidak Transparan

European Leagues menyebut pengumuman FIFA untuk mencari investor swasta bagi anak perusahaan baru yang akan mengelola hak komersial turnamen sebagai langkah yang ceroboh dan memecah belah. Organisasi itu menilai proses penyusunan proposal dilakukan secara sepihak tanpa transparansi.

Ini bukan pertama kalinya FIFA menjadi sorotan. European Leagues mengkritik pola pengambilan keputusan Infantino yang dinilai kerap abai terhadap pemangku kepentingan, termasuk dalam penetapan kalender pertandingan internasional yang selama ini membebani klub-klub Eropa.

Piramida Sepak Bola Terancam Runtuh?

Dalam pernyataannya, European Leagues menekankan bahwa kesuksesan sepak bola global selama ini dibangun di atas sistem piramida terbuka. Sistem ini menjaga keseimbangan antara kompetisi domestik dan internasional.

Peluang komersial semestinya memperkuat sistem tersebut, bukan mengubah atau bahkan mengancamnya. European Leagues khawatir masuknya investor swasta ke Piala Dunia akan menggeser keseimbangan itu dan merusak ekosistem yang sudah berjalan puluhan tahun.

Langkah Hukum ke Komisi Eropa

Tak hanya sekadar protes, European Leagues sudah mengambil langkah hukum. Mereka mengajukan pengaduan kepada Komisi Eropa dengan tuduhan bahwa FIFA menyalahgunakan posisi dominannya melalui penetapan kalender pertandingan internasional yang dinilai melanggar hukum persaingan Uni Eropa.

Organisasi itu merujuk pada putusan Mahkamah Uni Eropa dalam kasus European Super League pada 2023. Putusan itu menekankan bahwa setiap usulan terkait kalender maupun kompetisi harus melalui proses yang transparan, akuntabel, dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

European Leagues menambahkan akan terus bekerja sama dengan UEFA untuk melindungi kepentingan jangka panjang sepak bola. Mereka juga mendesak federasi dan asosiasi sepak bola nasional di berbagai negara untuk ikut mencermati secara kritis usulan Presiden FIFA tersebut.

Reporter: Zainul Arifin
Sumber: antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top