BANTEN — Perdebatan antara ponsel flagship konvensional dan lipat kembali memanas setelah seorang pengguna di forum Samsung Community Eropa membagikan pengalaman langsungnya memakai Galaxy S26 Ultra dan Galaxy Z Fold 7. Dalam unggahannya, ia menyebutkan bahwa meski S26 Ultra unggul di sektor kamera dan baterai, Z Fold 7 justru terasa lebih nyaman untuk aktivitas harian.
"Kesimpulan saya, saya sudah menjadi pengguna Fold sejati," tulisnya, dikutip dari PontianakPost. Keputusan itu tidak didasari oleh kecepatan chipset—keduanya sama-sama ditenagai prosesor flagship generasi terbaru—melainkan oleh faktor bentuk atau form factor.
Alasan utama perpindahan tersebut adalah dimensi fisik. Saat dilipat, Galaxy Z Fold 7 disebut lebih ramping sehingga nyaman dimasukkan ke saku celana atau jaket tanpa tonjolan berarti. Sebaliknya, Galaxy S26 Ultra dinilai terasa besar dan bodinya sering menonjol saat disimpan di saku.
Ketika dibuka, Z Fold 7 menyajikan layar sekitar 8 inci yang mendekati ukuran tablet mini. Ini membuat aktivitas multitasking—membuka dua aplikasi bersamaan, membaca dokumen, atau browsing sambil menonton video—jauh lebih leluasa. Sementara itu, S26 Ultra tetap dengan layar datar konvensional yang luas, tapi tidak bisa menandingi fleksibilitas layar lipat.
Meski kalah dalam urusan kenyamanan genggaman, Galaxy S26 Ultra tetap unggul di dua sektor krusial: kamera dan baterai. Pengguna tersebut mengakui bahwa S26 Ultra memiliki sistem kamera yang lebih superior, terutama untuk fotografi jarak jauh dan kondisi cahaya rendah. Belum lagi baterai 5.000 mAh yang lebih besar dan mendukung kecepatan pengisian daya lebih tinggi.
Di sisi lain, Galaxy Z Fold 7 harus berkompromi dengan baterai 4.400 mAh. Kapasitas ini lebih kecil demi mempertahankan desain yang tipis dan mengakomodasi mekanisme engsel layar lipat. Konsekuensinya, daya tahan baterai Z Fold 7 kemungkinan lebih pendek, terutama jika layar besar sering digunakan untuk multitasking.
Dalam penggunaan sehari-hari, pengguna tersebut tidak menemukan perbedaan kecepatan yang signifikan antara kedua perangkat. Keduanya ditenagai chipset flagship generasi terbaru yang membuat performa aplikasi berat dan gaming terasa mulus. Perbedaan baru terasa pada cara pengguna memanfaatkan layar: S26 Ultra untuk konsumsi media konvensional, Z Fold 7 untuk produktivitas multi-jendela.
Pandangan ini juga muncul di berbagai diskusi komunitas Samsung. Sebagian pengguna menilai S26 Ultra lebih cocok bagi mereka yang mengutamakan fotografi, daya tahan baterai, dan penggunaan konvensional. Sementara Z Fold 7 lebih menarik bagi pengguna yang sering bekerja dengan banyak aplikasi sekaligus atau menginginkan pengalaman layaknya tablet dalam ukuran yang tetap portabel.
Kedua smartphone ini sama-sama flagship dengan harga di atas Rp 20 jutaan, tapi menyasar kebutuhan yang tidak sama. Galaxy S26 Ultra adalah pilihan tepat jika prioritas utama Anda adalah kualitas kamera terbaik dan baterai tahan seharian penuh. Galaxy Z Fold 7 adalah jawaban jika Anda butuh layar selebar tablet yang bisa dilipat masuk saku, meski harus berkompromi pada daya tahan baterai dan kamera.
Pada akhirnya, keputusan ada pada prioritas harian Anda: spesifikasi mentah atau fleksibilitas bentuk.