SERANG — Polres Serang mengerahkan satu unit kendaraan water cannon dan satu mobil tangki untuk mengirimkan pasokan air bersih ke dua titik distribusi di Desa Lamaran, Kecamatan Binuang. Bantuan sebanyak 13.000 liter itu disalurkan langsung kepada warga yang kesulitan mendapatkan air layak konsumsi selama berminggu-minggu.
Krisis air di Kampung Sambiayunan sudah berlangsung cukup lama. Ahmad Imam (45), seorang warga setempat, mengaku sumur-sumur di lingkungannya mulai mengering dan tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Sudah berminggu-minggu kami kesulitan mendapatkan air layak untuk masak dan mandi karena sumur mengering," ujarnya kepada petugas di lokasi.
Warga pun tampak antre dengan tertib membawa jeriken, ember, hingga drum untuk menampung air yang dialirkan di RT 014/RW 05 dan RT 013/RW 05.
Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan menegaskan bahwa pendistribusian air bersih ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat yang tengah menghadapi kesulitan. Ia menyebut kegiatan kemanusiaan ini akan terus dilakukan sesuai dengan eskalasi kebutuhan di lapangan.
"Polri tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berupaya membantu meringankan beban warga yang membutuhkan. Semoga bantuan air bersih ini dapat bermanfaat dan memenuhi kebutuhan masyarakat," kata Andri dalam keterangannya, Rabu.
Kapolres berharap kehadiran institusi kepolisian benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh warga, terutama saat menghadapi kondisi darurat atau bencana alam seperti kekeringan.
Warga berharap bantuan serupa dapat terus disalurkan secara berkala selama musim kemarau masih berlangsung. Ahmad Imam menyampaikan rasa terima kasihnya kepada jajaran Polres Serang yang telah merespons cepat keluhan mereka.
"Kami sangat berterima kasih kepada bapak-bapak kepolisian. Harapannya bantuan seperti ini bisa rutin diberikan selama musim kemarau panjang ini," tuturnya.
Polres Serang memastikan akan terus memantau kondisi di lapangan dan siap kembali mengirimkan pasokan air bersih jika kebutuhan mendesak masih terjadi di wilayah hukum mereka.