Pemkot Tangerang Siapkan 30 Tandon Air dan Bantuan Air Bersih Antisipasi Kekeringan Akibat El Nino hingga September 2026

Penulis: Yoga Permadi  •  Jumat, 31 Juli 2026 | 22:50:31 WIB
Petugas menunjukkan kesiapan 30 unit tandon air yang disiapkan Dinas PUPR Kota Tangerang untuk mendukung distribusi air bersih dan penanganan kebakaran.

TANGERANG — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang memastikan seluruh instansi terkait telah menyatakan kesiapan menghadapi musim kemarau tahun ini. Kesiapan itu mencakup pasokan air bersih, armada, hingga sarana pendukung pemadam kebakaran.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, mengatakan bahwa berdasarkan kajian BMKG, wilayah Kota Tangerang masih berada dalam periode musim kemarau dengan curah hujan rendah hingga September 2026. Kondisi ini diperparah oleh fenomena El Nino yang masih aktif.

Debit Sungai Cisadane Turun 5 Persen, Pasokan Air Pelanggan Dipastikan Aman

Di sektor pelayanan air bersih, Perumda Tirta Benteng menjamin pasokan air bagi pelanggan tetap aman. Sekitar 99 persen sumber air baku perusahaan masih berasal dari Sungai Cisadane.

Meski demikian, BPBD mencatat debit sungai tersebut mengalami penurunan sekitar lima persen selama musim kemarau. Penurunan ini masih dalam batas wajar dan belum mengganggu produksi air bersih untuk masyarakat.

Peran Dinas PUPR dan 30 Unit Tandon dalam Penanganan Bencana

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang menyiapkan 30 unit tandon air untuk mendukung distribusi air bersih sekaligus membantu penanganan kebakaran. Jaringan hydrant di berbagai wilayah juga terus dioptimalkan sebagai bagian dari strategi mitigasi.

Rapat koordinasi yang melibatkan BPBD, BMKG, TNI, Polri, Perumda Tirta Benteng, Dinas PUPR, serta sejumlah perangkat daerah telah digelar untuk menyusun langkah antisipasi secara terpadu.

Masyarakat Diminta Bijak Gunakan Air dan Tidak Bakar Sampah

"Seluruh instansi telah menyampaikan kesiapan masing-masing, mulai dari penyediaan air bersih, personel, armada hingga sarana pendukung penanggulangan kebakaran. Kami ingin memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan apabila dampak kekeringan mulai dirasakan," ujar Mahdiar.

BPBD bersama seluruh perangkat daerah akan terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan dampaknya di lapangan. Koordinasi lintas sektor diperkuat agar setiap potensi kekeringan maupun kebakaran dapat ditangani secara cepat dan efektif.

Mahdiar juga mengajak masyarakat untuk menggunakan air secara bijak, tidak melakukan pembakaran sampah atau lahan, serta segera melaporkan apabila menemukan kejadian kekeringan maupun kebakaran agar bisa segera ditangani.

"Kolaborasi pemerintah dan masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi musim kemarau tahun ini," kata Mahdiar menegaskan.

Reporter: Yoga Permadi
Sumber: banten.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top