TANGERANG — Lahan seluas 100 hektare di Desa Ciangir, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, resmi dikembangkan menjadi pusat peternakan dan ketahanan pangan milik Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut investasi yang digelontorkan mendekati Rp 1 triliun untuk mempercepat pembangunan kawasan peternakan terpadu tersebut.
Program ini tidak hanya berfokus pada sapi, tetapi juga mencakup pengembangan ayam, ikan, serta sektor pertanian. Sebanyak 40 hektare lahan di antaranya akan digunakan untuk mendukung pengolahan organik oleh Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.
Perumda Dharma Jaya mendapat porsi pengelolaan sekitar 20 hektare untuk kawasan peternakan modern. Area ini nantinya menjadi lokasi utama penggemukan sapi dengan kapasitas yang ditargetkan mencapai 5.000 ekor.
Target kapasitas tersebut dinilai krusial untuk menjaga stabilitas pasokan daging bagi kebutuhan warga Jakarta. Dengan adanya pusat peternakan di Tangerang, rantai pasok diharapkan lebih pendek dan efisien.
Pramono Anung meminta Dharma Jaya menyerap sekitar 200 tenaga kerja lokal dari warga sekitar kawasan. Langkah ini ditempuh agar pengembangan kawasan peternakan memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat Desa Ciangir dan sekitarnya.
Gubernur Banten Andra Soni menilai investasi dari Pemprov DKI Jakarta ini sebagai langkah positif. Menurutnya, pengembangan aset di wilayahnya akan memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga Banten.
Di tengah progres pembangunan, seorang warga bernama Mahroni menyampaikan keluhan terkait debu dan keretakan rumah yang diduga disebabkan lalu lintas kendaraan proyek yang berat. Ia meminta pemerintah segera meninjau kondisi lingkungan sekitar lokasi pembangunan.
Menanggapi hal ini, Pramono Anung memerintahkan Dharma Jaya bersama perangkat daerah untuk mengecek langsung kondisi rumah warga yang terdampak. Ia juga meminta pemerintah daerah setempat mendampingi proses pemeriksaan lapangan agar solusi yang diberikan tepat sasaran.