FIFA Batalkan Rencana Jual Saham Piala Dunia, Infantino Akui Ide Itu Memecah Belah Anggota

Penulis: Vikri Alfandi  •  Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:28:31 WIB
Gianni Infantino mengumumkan penghentian proyek FIFA Forward Enterprise melalui akun Instagram pribadinya.

BANTEN — Gianni Infantino mengumumkan penghentian proyek yang sempat ia usung, FIFA Forward Enterprise, melalui akun Instagram pribadinya. Gagasan yang awalnya dirancang untuk menarik modal segar bagi pengembangan sepak bola global itu dipastikan tidak akan dilanjutkan prosesnya.

Keputusan ini diambil setelah FIFA melakukan konsultasi dengan Dewan FIFA dan pemangku kepentingan terkait. Infantino menilai, meskipun ada dukungan dari sebagian anggota, resistensi yang muncul justru bertentangan dengan misi awal organisasi.

Alasan di Balik Pembatalan: Stabilitas Lebih Penting dari Pendanaan

"Setelah mendengarkan semua pandangan yang ada, jelas bahwa proyek ini menimbulkan perpecahan [pendapat], terlepas dari dukungan yang ada, ini semua tidak lagi sesuai dengan tujuan yang ditetapkan sejak awal," tulis Infantino dalam pernyataannya.

Ia menambahkan bahwa tujuan FIFA adalah menyatukan kekuatan sepak bola dunia, bukan menciptakan friksi. "Tujuan kami selalu, dan akan selalu, untuk bersatu dan meningkatkan diri bersama-sama. Oleh karena itu, proposal ini tidak akan dilanjutkan," tegasnya.

Kronologi Wacana Kontroversial dan Tawaran Insentif

Sebelumnya, FIFA sempat mengusulkan penjualan saham Piala Dunia kepada pihak swasta dengan tenggat waktu persetujuan pada September. Untuk menarik minat negara anggota, Infantino mengiming-imingi dana bantuan pengembangan sepak bola senilai US$40 juta bagi asosiasi yang setuju dengan proposal tersebut.

Ide ini memicu perdebatan sengit di kalangan federasi, terutama terkait independensi kompetisi dan arah komersialisasi FIFA di masa depan. Meski proyek tersebut dianggap mampu memperkuat finansial organisasi, terutama untuk membantu negara-negara yang membutuhkan dukungan, risiko kehilangan otonomi menjadi kekhawatiran utama.

Infantino sebelumnya menyatakan bahwa proyek FIFA Forward Enterprise bertujuan memperkuat anggota FIFA dan olahraga di dunia global, terutama pada negara-negara yang masih butuh dukungan. Namun, dengan adanya penolakan signifikan, langkah tersebut dinilai tidak lagi relevan untuk dilanjutkan.

Dengan dibatalkannya rencana ini, FIFA dipastikan akan mempertahankan struktur kepemilikan dan kontrol penuh atas turnamen-turnamen utamanya, termasuk Piala Dunia. Fokus organisasi kini kembali pada upaya konsolidasi internal dan persiapan agenda kompetisi internasional berikutnya.

Reporter: Vikri Alfandi
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top