LEBAK — Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten, memperkuat program budidaya ikan tematik sebagai upaya meningkatkan produksi perikanan air tawar di daerah tersebut. Langkah ini ditempuh untuk mengurangi ketergantungan pasokan ikan dari luar daerah sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lebak Winda Triana mengatakan, komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan produksi ikan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan lokal, tetapi juga untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Selama ini, ketersediaan ikan air tawar di Lebak masih dipasok dari luar daerah.
Pemkab Lebak memilih teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS) karena dinilai lebih produktif dan efisien dibandingkan metode konvensional. Sistem ini memungkinkan air budidaya digunakan kembali secara berkelanjutan, sehingga lebih ramah lingkungan.
Winda menekankan pentingnya penguatan kelembagaan pengelola budidaya ikan dengan sistem RAS. Hal ini dinilai krusial agar pelaksanaan program tidak mengalami kegagalan di lapangan.
"Sebagian besar pembudidaya ikan air tawar di daerah ini masih konvensional," katanya menjelaskan.
Program budidaya ikan tematik ini nantinya akan dikelola oleh desa dengan melibatkan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dan Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan). Para pengelola akan mendapatkan pelatihan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta pendampingan dari dinas setempat.
Winda menyebutkan, sebanyak 60 desa di Kabupaten Lebak telah mendaftar untuk mengikuti program budidaya ikan tematik sistem RAS. Namun, dari jumlah tersebut, baru setengahnya yang terverifikasi karena persyaratan yang harus dipenuhi desa belum lengkap semua.
Program ini akan mengembangkan dua jenis ikan air tawar, yaitu ikan lele dan ikan nila. Ikan lele memiliki masa panen lebih cepat, yakni sekitar 40 hari, sementara ikan nila membutuhkan waktu sekitar tiga bulan.
Pengembangan budidaya ikan ini juga terintegrasi dengan ekosistem ekonomi desa. Winda meyakini program ini dapat membangun ekosistem ekonomi desa sehingga hasil produksi perikanan bisa memenuhi permintaan pasar.
"Kami meyakini sistem program budidaya ikan tematik dapat membangun ekosistem ekonomi desa, sehingga hasil produksi perikanan bisa memenuhi permintaan pasar," katanya menjelaskan.
Meski menjanjikan, penerapan sistem RAS masih menghadapi kendala di lapangan. Kegiatan budidaya ikan darat tematik ini belum banyak diterapkan di Kabupaten Lebak karena memerlukan pasokan listrik yang cukup untuk mengoperasikan sistem sirkulasi air.
Program budidaya ikan tematik sendiri merupakan bagian dari strategi KKP dalam mengembangkan perikanan budidaya berbasis kawasan yang produktif, efisien, dan berkelanjutan. Program ini juga mendorong terbentuknya rantai usaha perikanan yang terintegrasi mulai dari produksi, pemasaran, hingga pemanfaatan hasil budidaya untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
Ikan memiliki kandungan gizi yang cukup besar, menyumbangkan protein, omega tiga, dan gizi yang dapat meningkatkan kecerdasan otak manusia. Dengan adanya program ini, diharapkan konsumsi domestik dan swasembada protein ikan di Kabupaten Lebak dapat terpenuhi.