Pencarian

Anak Bersin Terus Menerus Setiap Pagi? Ini 6 Penyebab dan Cara Mengatasinya

Jumat, 28 Agustus 2026 • 18:35:01 WIB
Anak Bersin Terus Menerus Setiap Pagi? Ini 6 Penyebab dan Cara Mengatasinya
Seorang anak bersin di dekat tempat tidur yang kemungkinan menjadi sarang tungau debu.

BANTEN — Hidung meler, mata berair, dan bersin tanpa henti di pagi hari bukanlah hal yang sepele. Jika dibiarkan, Si Kecil bisa merasa lelah dan tidak bersemangat menjalani harinya. Reaksi ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuhnya bereaksi berlebihan terhadap alergen di udara, menyebabkan peradangan pada rongga hidung.

Menurut laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, gejala alergi pagi hari tidak hanya bersin. Bunda juga perlu waspada jika Si Kecil mengeluhkan mata gatal, tenggorokan perih, batuk, atau hidung tersumbat. Pada kasus yang lebih parah, alergi ini bisa membuatnya terlihat lemas dan kelelahan.

1. Tungau Debu di Kasur dan Bantal

Ini adalah biang keladi paling umum untuk alergi yang kambuh di pagi hari. Tungau debu berkembang biak dengan subur di karpet, gorden, dan terutama tempat tidur. Protein dalam kotoran tungau inilah yang memicu reaksi alergi, bukan tungaunya secara langsung.

Karena Si Kecil terpapar alergen ini sepanjang malam saat tidur, gejala seperti bersin dan hidung tersumbat cenderung memburuk saat ia bangun tidur. Meski hampir mustahil untuk membasminya sepenuhnya, Bunda bisa mengurangi populasinya secara signifikan.

2. Jamur di Dinding Kamar

Coba periksa dinding kamar Si Kecil. Apakah ada noda kehitaman atau cat yang menggelembung dan berwarna kekuningan? Itu adalah tanda keberadaan jamur. Spora jamur yang dilepaskan ke udara dapat memicu reaksi alergi sepanjang tahun, baik di dalam maupun luar ruangan.

Jamur cenderung tumbuh subur di area lembap seperti kamar mandi, dapur, atau sudut kamar yang jarang terkena sinar matahari. Pastikan sirkulasi udara di rumah baik dan segera bersihkan area yang berjamur untuk mengurangi paparan spora.

3. Ketombe Hewan Peliharaan

Bagi keluarga yang memelihara kucing atau anjing, alergi terhadap ketombe hewan bisa menjadi penyebabnya. Perlu Bunda ketahui, pemicunya bukan bulu hewan, melainkan protein dalam air liur, urine, atau serpihan kulit mati (ketombe) mereka. Hingga 30 persen penderita alergi memiliki sensitivitas terhadap alergen ini.

Gejala di pagi hari akan lebih mungkin muncul jika hewan peliharaan tidur sekamar dengan Si Kecil. Solusinya, usahakan hewan peliharaan tidak masuk ke kamar tidur dan bersihkan tempat tidur secara rutin.

4. Ritme Sirkadian Tubuh

Ternyata, jam biologis tubuh atau ritme sirkadian juga berperan besar. Kadar histamin, zat kimia yang memicu gejala alergi, cenderung mencapai puncaknya pada malam hingga dini hari. Alhasil, tubuh Si Kecil menjadi lebih reaktif terhadap alergen tepat setelah bangun tidur.

Ini menjelaskan mengapa gejala terasa lebih parah di pagi hari, bahkan jika lingkungan sekitarnya tidak berubah. Ini adalah proses alami tubuh yang membuat alergi terasa lebih intens di jam-jam awal.

5. Faktor Lingkungan dan Rhinitis Vasomotor

Tidak semua gejala bersin di pagi hari disebabkan oleh alergen. Faktor lingkungan seperti bau parfum yang menyengat, asap rokok, perubahan suhu, atau kelembapan udara juga bisa memicu gejala serupa. Kondisi ini disebut rhinitis vasomotor, di mana sistem kekebalan tubuh tidak terlibat.

Di pagi hari, tubuh cenderung lebih sensitif terhadap rangsangan fisik ini. Perhatikan apakah ada pemicu spesifik di kamar Si Kecil, seperti pengharum ruangan atau AC yang terlalu dingin.

6. Efek Samping Obat-obatan

Beberapa jenis obat tertentu dapat memicu gejala yang menyerupai alergi di pagi hari, meskipun Si Kecil tidak memiliki alergi terhadap apa pun di lingkungan sekitarnya. Jika Si Kecil sedang dalam pengobatan rutin dan mulai sering bersin, konsultasikan dengan dokter untuk memastikan apakah gejalanya terkait dengan konsumsi obat tersebut.

Kapan Bunda Perlu Membawa Si Kecil ke Dokter?

Mencatat gejala dan potensi paparan dalam buku harian bisa membantu Bunda mengidentifikasi pemicunya. Namun, jika gejala alergi sudah mengganggu tidur, konsentrasi di sekolah, atau muncul ruam kulit dan kesulitan bernapas, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter anak. Tes alergi mungkin diperlukan untuk mengetahui sumber alergi secara pasti.

Setelah penyebabnya diketahui, Bunda bisa mengambil langkah untuk meminimalkan paparan alergen dan menjajaki pilihan pengobatan yang tepat. Kunci utamanya adalah konsistensi dalam menjaga kebersihan lingkungan rumah, terutama kamar tidur Si Kecil.

Follow bantenvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: haibunda.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks