SERANG — Rencana penyelenggaraan Jambore Nasional Pemuda Ketahanan Pangan di Wanasalam, Kabupaten Lebak, mendapat restu dari Gubernur Banten Andra Soni. Dukungan itu disampaikan saat menerima audiensi panitia bersama Ketua Umum KNPI Dr. Ali Hanafiah di Gedung Negara Pendopo Provinsi Banten, Selasa (11/8/2026).
Ketua Pelaksana Jambore Pemuda Ketahanan Nasional Indonesia, Drs. Cecep Pria Erawan, MPd, menyebut kegiatan yang dijadwalkan berlangsung 19-28 Oktober 2026 ini akan mengusung isu ketahanan pangan dengan porsi praktik lebih besar dibanding teori. Peserta akan diajak mempelajari teknologi bioflok serta budidaya ikan nila dan lele secara langsung.
“Programnya nanti lebih banyak kepada teori dan praktik untuk kegiatan bioflok, pembuatan dan budidaya ikan nila dan ikan lele,” ujar Cecep kepada wartawan usai audiensi.
Dukungan dari orang nomor satu di Banten ini dinilai menjadi suntikan semangat bagi panitia untuk mematangkan persiapan. Cecep berharap jambore ini tidak hanya menjadi ajang pelatihan, tetapi juga model pengembangan ketahanan pangan yang digerakkan oleh pemuda dari Banten untuk tingkat nasional.
“Mudah-mudahan pada pelaksanaan ini bisa berjalan dengan baik karena ini dari Banten untuk Indonesia. Ini percontohan kita sekalian. Apabila percontohan kita bagus di Banten, maka akan menjadi percontohan tingkat nasional,” katanya.
Pemilihan Wanasalam, Lebak, sebagai lokasi jambore dinilai strategis untuk mengembangkan potensi perikanan darat di selatan Banten. Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan mampu mengaplikasikan ilmu yang didapat di daerah masing-masing setelah kembali dari jambore.
Dengan adanya restu dari Pemerintah Provinsi Banten, panitia kini memiliki modal untuk memperluas koordinasi, termasuk dengan Pemerintah Kabupaten Lebak dan instansi terkait lainnya demi kelancaran acara yang akan diikuti pemuda dari berbagai daerah di Indonesia tersebut.