BANTEN — Nothing Ear (3a) hadir di tengah pasar TWS kelas menengah yang padat dengan penantang. Saya memakainya selama beberapa hari untuk mendengarkan musik, menonton video YouTube dari berbagai perangkat, dan menguji fitur rekamnya. Produk ini jelas mencoba menawarkan sesuatu yang berbeda, bukan cuma mengejar spesifikasi mentah.
Dengan harga yang diposisikan di kelas menengah, Ear (3a) bersaing langsung dengan nama-nama seperti Galaxy Buds FE atau Soundcore Liberty 4 NC. Pertanyaannya, apakah fitur uniknya cukup untuk menutupi kekurangan di aspek lain?
Desain transparan memang sudah jadi identitas Nothing, dan di generasi ini case-nya terlihat lebih premium dari kelas harganya. Bentuk case dirombak lebih membulat dengan indikator lampu baru yang menunjukkan sisa baterai tanpa perlu membuka aplikasi. Detail kecil seperti ini biasanya baru ditemukan di earbuds harga di atas Rp 2 jutaan.
Kualitas build-nya terasa kokoh dan eartips yang disertakan punya beberapa ukuran. Saya bisa menemukan pasangan yang pas dan kedap, sehingga nyaman dipakai berlama-lama. Earbuds ini punya rating IP54 yang artinya tahan keringat dan cipratan ringan saat olahraga, tapi tidak aman untuk berenang.
Driver dynamic 12 mm di Ear (3a) menghasilkan suara yang jernih dengan bass padat dan bertekstur. Detail frekuensi menengah dan tinggi masih terdengar rapi, dan soundstage-nya terasa lega untuk ukuran earbuds di kelas ini. Vokal terdengar jernih dan enak, cocok untuk berbagai genre musik.
Namun, jangan berharap performa setara TWS flagship di atas Rp 3 jutaan. Kualitasnya amat baik untuk harga sejutaan, tapi ada kompetitor yang menawarkan detail lebih tajam. Dukungan codec LDAC dan sertifikasi Hi-Res Audio membantu, tapi hanya terasa jika sumber lagu dan smartphone kamu mendukungnya.
Nothing mengklaim peredam bising aktif (ANC) sampai 45 dB. Dalam pemakaian harian, peredamannya cukup efektif untuk meredam suara AC, kipas, atau obrolan di kafe. Namun, saat menghadapi suara yang sangat keras seperti jalan raya ramai atau musik kencang, masih ada kebocoran suara yang lolos.
Untuk harga sejutaan, performa ANC ini sudah amat baik. Tapi peredamannya belum setenang Nothing Ear (3) yang harganya dua sampai tiga kali lipat. Kalau prioritas utamamu adalah ANC paling senyap, ada opsi lain yang lebih agresif di kelas yang sama.
Fitur pembeda utama Ear (3a) adalah Audio Snapshot. Earbuds ini punya penyimpanan internal 32 MB (16 MB per earbud) untuk menyimpan rekaman audio langsung tanpa membuka aplikasi. Caranya dengan mencubit kedua earbuds bersamaan, dan perangkat akan menangkap klip audio dari apa yang kamu dengarkan.
Yang menarik, fitur ini punya buffer mundur hingga 30 detik. Jadi kalau ada baris lirik atau kalimat penting yang terlewat, kamu tetap bisa menangkapnya setelah kejadian. Ada juga Call Recording untuk merekam panggilan telepon sampai sekitar dua jam, dan semua rekaman otomatis tersinkronisasi ke aplikasi Nothing X.
Catatan penting: transkripsi otomatis di Nothing X hanya gratis 3 bulan pertama dengan batas durasi tertentu. Setelah itu, kamu perlu berlangganan Nothing X Pro untuk fitur transkrip. Merekam klip dan panggilan tetap gratis, cuma transkripsinya yang berbayar.
Nothing mengklaim daya tahan earbuds sampai 10 jam dengan ANC nonaktif atau 6 jam dengan ANC aktif. Total dengan case mencapai 42 jam atau 25 jam dengan ANC. Saya belum sempat menguji secara komprehensif, tapi dari aktivitas harian, angka tersebut tidak akan meleset jauh.
Fast charging juga tersedia, klaimnya cas 5 menit cukup untuk 1 jam pemakaian. Ini cukup membantu untuk situasi darurat saat lupa cas semalaman.
Nothing Ear (3a) adalah pilihan yang menarik untuk kamu yang sering merekam meeting, kuliah, atau ingin menangkap momen audio dengan cepat. Fitur Audio Snapshot-nya benar-benar berguna dan tidak dimiliki kompetitor di kelas harga ini.
Tapi kalau prioritas utamamu adalah peredam bising paling senyap atau kualitas suara paling detail, ada opsi lain yang lebih baik di harga yang sama. Ear (3a) lebih cocok untuk pelajar yang sering ketinggalan detail di kelas atau pekerja yang mager membuka aplikasi perekam saat rapat mendadak. Untuk mereka, fitur unik ini jelas worth it.