BANTEN — Perbandingan antara Honda BeAT dan Genio kerap menjadi dilema karena keduanya berbagi basis mesin dan rangka yang sama. Yang membedakan hanyalah gaya bodi, di mana BeAT tampil sporty dan ramping, sementara Genio mengusung desain casual modern ala skutik Eropa. Perbedaan karakter visual ini yang kemudian menentukan pilihan konsumen di dealer.
Dari sisi efisiensi, data resmi menunjukkan Honda BeAT mampu menembus 60,6 km per liter dengan fitur Idling Stop System aktif. Bobot bodi yang ringan membuat tenaga mesin eSP 110cc terasa responsif saat bermanuver di kemacetan kota.
Honda Genio mencatatkan angka konsumsi BBM sedikit di bawahnya, yakni 59,1 km per liter dalam pengujian resmi. Namun dalam pemakaian harian di jalan raya, perbedaan 1,5 km per liter ini nyaris tidak terasa dan keduanya tetap masuk kategori sangat hemat.
Untuk urusan perawatan berkala, pemilik kedua motor ini tidak perlu khawatir soal perbedaan biaya. Lantaran basis mesin yang sama, paket servis lengkap beserta penggantian oli mesin di AHASS dipatok dengan rentang harga yang serupa.
Perbedaan paling kentara justru ada pada banderol harga dan ukuran pelek. Honda BeAT dibanderol Rp18.430.000 (OTR Jakarta) dengan velg 14 inci, sementara Genio dijual Rp19.110.000 (OTR Jakarta) dengan velg 12 inci.
Selisih Rp680 ribu tersebut sebanding dengan perbedaan gaya dan posisi duduk yang ditawarkan. Genio memberikan postur berkendara lebih tegak, sementara BeAT menawarkan handling lebih lincah berkat velg yang lebih besar.
Keputusan akhir kembali ke prioritas masing-masing calon pembeli. Jika mobilitas harian lebih banyak di jalanan padat dan mengutamakan kelincahan, Honda BeAT menjadi pilihan rasional. Namun jika tampilan menjadi prioritas utama dengan budget sedikit lebih longgar, Genio menawarkan diferensiasi visual yang sulit ditemukan di skutik lain.