Sebanyak 747.455 warga Kota Tangerang telah memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) hingga 31 Juli 2026, menjadikan daerah ini dengan partisipasi tertinggi di Provinsi Banten. Wali Kota Tangerang Sachrudin meminta para orang tua tidak menunggu anak sakit untuk memeriksakan kesehatannya, karena skrining dini mampu mendeteksi potensi gangguan sebelum berkembang lebih parah.
TANGERANG — Antusiasme warga Kota Tangerang terhadap program Cek Kesehatan Gratis (CKG) tercatat paling masif se-Provinsi Banten. Dari target 926.384 jiwa, Dinas Kesehatan mencatat 747.455 warga telah menjalani pemeriksaan hingga 31 Juli 2026.
Wali Kota Tangerang Sachrudin menegaskan bahwa pemeriksaan berkala bukan sekadar formalitas, melainkan langkah preventif untuk menekan risiko penyakit serius di kemudian hari. Ia menyoroti pentingnya peran orang tua dalam membawa anak-anak mereka ke fasilitas kesehatan terdekat.
“Jangan tunggu anak sakit baru diperiksa. Melalui CKG, kita bisa mengetahui kondisi kesehatan anak lebih awal, sehingga kalau ada yang perlu ditangani bisa segera ditindaklanjuti,” ujarnya di Tangerang, Selasa.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr Dini Anggraeni merinci cakupan layanan yang diberikan secara gratis. Pemeriksaan meliputi kondisi fisik, tanda vital, status gizi, hingga skrining penyakit tidak menular seperti tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat.
“Dalam CKG, masyarakat mendapatkan pemeriksaan tekanan darah, tinggi dan berat badan untuk mengetahui status gizi, pemeriksaan gula darah, kolesterol, asam urat, hingga skrining berbagai penyakit sesuai kelompok usia,” jelas Dini.
Layanan ini juga diperkuat dengan skrining kesehatan jiwa, pemeriksaan penglihatan, deteksi dini kanker pada perempuan, serta skrining Tuberkulosis (TBC). Jika ditemukan indikasi penyakit, warga akan langsung dirujuk untuk pemeriksaan lanjutan di puskesmas.
Sachrudin menekankan bahwa kondisi fisik yang prima menjadi penentu utama kemampuan anak menyerap pelajaran di sekolah. Menurutnya, investasi kesehatan sejak usia dini sama pentingnya dengan akses pendidikan formal.
“Anak yang sehat akan lebih siap belajar dan berkembang. Karena itu, kesehatan anak harus menjadi perhatian bersama, bukan hanya pemerintah, tetapi juga orang tua dan sekolah,” kata Sachrudin.
Pemkot Tangerang terus memperkuat layanan kesehatan anak sebagai bagian dari strategi jangka panjang menyiapkan generasi yang sehat dan cerdas. Kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan keluarga dinilai krusial untuk memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal.
“Karena kesehatan hari ini adalah investasi untuk kualitas generasi Kota Tangerang di masa depan,” ujarnya menambahkan.